Arbeloa Boleh Juga: Kalahkan Mourinho, Guardiola, dan Simeone

Arbeloa Boleh Juga: Kalahkan Mourinho, Guardiola, dan Simeone

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 23 Mar 2026 20:00 WIB
Soccer Football - UEFA Champions League - Round 16 - Second Leg - Manchester City v Real Madrid - Etihad Stadium, Manchester, Britain - March 17, 2026 Real Madrid coach Alvaro Arbeloa celebrates after the match REUTERS/Scott Heppell
Foto: REUTERS/Scott Heppell
Madrid -

Alvaro Arbeloa memimpin Real Madrid menang tipis 3-2 atas Atletico Madrid. Diego Simeone jadi satu dari tiga manajer top yang sudah dikalahkan Arbeloa.

Entrenador berusia 43 tahun itu telah melakoni 17 pertandingan sejak menggantikan Xabi Alonso, Januari silam. Madrid-nya Arbeloa memenangi 13 kemenangan dengan empat kekalahan. Los Blancos pun masih bertahan dalam persaingan Liga Spanyol (posisi dua) dan Liga Champions (perempatfinal).

Tak bisa dipungkiri, Arbeloa pelan-pelan menghapus keraguan terhadap dirinya. Semula tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan Madrid mempromosikan Arbeloa dari pelatih tim muda klub. Ini jadi pengalaman pertama Arbeloa melatih tim utama.'

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, Alvaro Arbeloa sejauh ini toh berhasil membawa Madrid di jalur yang tepat. Bahkan Arbeloa sukses mengalahkan manajer-manajer yang lebih senior dan lebih mentereng.

ADVERTISEMENT

Jose Mourinho, pelatih Benfica sekaligus mantan mentor Arbeloa di Real Madrid, jadi "korban" pertama. Arbeloa memang kalah di reuni pertama dengan Mourinho menyusul kekalahan Los Merengues 2-4 di markas Benfica pada fase liga Liga Champions. Namun, Arbeloa berhasil balas dendam pada Mourinho setelah Madrid dua kali menggebuk Benfica denga agregat 3-1 di playoff babak gugur.

Selanjutnya, Arbeloa mengatasi taktik Pep Guardiola untuk mengantar Real Madrid menyingkirkan Manchester City di babak 16 besar Liga Champions. Madrid mengalahkan Man City di masing-masing leg untuk melaju ke perempatfinal dengan agregat 5-1.

Sedangkan Diego Simeone mesti bertekuk lutut di hadapan Arbeloa usai kemenangan Madrid tadi malam. Madrid mampu menjaga keunggulan 3-2 setelah bermain dengan 10 pemain dalam sekitar 20 menit terakhir.

Alvaro Arbeloa tidak menunjuk para pemain Real Madrid sebagai pengaruh terbesar, bukan taktiknya. "Ketika Anda punya pemain-pemain terbaik, ini lebih mudah," ungkap dia di AS.

"Mereka tahu bagaimana caranya menjadi gigih, menjadi sebuah tim yang hebat. Saya selalu bilang hal itu kepada pemain. Ketika tekanannya mulai dirasakan, rasanya seperti permainan tidak seimbang. Saya berterima kasih kepada semua orang, dan saya harap kami kompak terus. Mari tunjukkan kekuatan dari persahabatan. Dan mari kita terus menang," lugas Arbeloa.

(rin/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads