Legenda Bayern Puji Kebangkitan Barcelona dari Krisis

Legenda Bayern Puji Kebangkitan Barcelona dari Krisis

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 01 Apr 2026 08:08 WIB
Soccer Football - FC Barcelona elections - Barcelona, Spain - March 16, 2026 Joan Laporta celebrates his victory after being re-elected as FC Barcelona president alongside his board members REUTERS/Albert Gea
Foto: REUTERS/Albert Gea
Jakarta -

Barcelona sempat mengalami krisis finansial parah beberapa tahun lalu. Barca lantas pelan-pelan bangkit di bawah Joan Laporta dan mulai kompetitif lagi.

Barcelona terpuruk secara finansial pada periode 2020-2022, kendati pemicunya terjadi jauh sebelum itu. Manajemen yang buruk di bawah kepemimpinan Josep Maria Bartomeu menjerumuskan raksasa Spanyol itu ke jurang kehancuran.

Salah satu efeknya adalah Barca harus melepaskan Lionel Messi secara cuma-cuma. Mereka tak punya kemampuan finansial untuk memperpanjang kontrak sang megabintang jebolan akademi La Masia tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barca lantas pelan-pelan menata ulang keuangannya. Kontrak-kontrak kerja sama termasuk dengan para pemain ditelaah kembali dan mengalami efisiensi.

ADVERTISEMENT

Mereka juga menjual sejumlah aset untuk memberikan kelonggaran keuangan, mengingat utang yang menjerat mencapai total 1,3 milar Euro pada 2021 silam. Kini Barca mulai menikmati kebangkitannya di bawah arahan Joan Laporta, yang baru saja terpilih kembali sebagai presiden klub.

Selain lebih sehat secara keuangan, Blaugrana kini juga lebih kompetitif di lapangan. Kombinasi perekrutan yang cermat seperti Raphinha, Robert Lewandowski, hingga Joan Garcia dan pemain didikan sendiri semacam Lamine Yamal dan Gavi telah membuahkan hasil.

"Joan (Laporta) dulu wakil presiden saya di ECA (European Football Clubs/Asosiasi Klub Eropa). Kami berteman baik,"

"Sebelum kembali sebagai presiden (Barcelona), saya mengingatkan dia soal situasi finansial yang rumit di klub, tapi dia adalah penggemar terbesar dan bertekad melewatinya. Waktu membuktikan dia benar," ujar legenda Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge.

Selain kembalinya Laporta sebagai presiden, kunci lain kebangkitan Barcelona adalah perekrutan eks pelatih Bayern Hansi Flick. Pelatih asal Jerman itu berhasil meramu permainan yang sesuai dengan filosofi tim tapi juga menghasilkan sukses.

"Terkait Flick, saya memberi tahu dia bahwa yang penting adalah menjadi temannya. Hansi itu butuh kepercayaan diri," sambung anggota dewan pengawas Bayern itu.

"Jelas bahwa dia melakukannya, karena segala sesuatunya berjalan baik dan Hansi bekerja dengan bagus."

Bersama Flick, Barcelona memenangi titel LaLiga, Copa del Rey, dan sepasang trofi Piala Super Spanyol. Musim ini Los Cules dalam jalur mempertahankan gelar liga dan mengejar podium tertinggi Liga Champions.




(raw/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads