Perselisihan dengan Vinicius Junior disebut-sebut jadi salah satu alasan Xabi Alonso dipecat Real Madrid. Vinicius mengaku saat itu begitu sulit untuknya.
Alonso cuma bertahan sampai 12 Januari sebelum akhirnya diberhentikan oleh manajemen. Pemecatan Alonso mengejutkan mengingat secara statistik, dia tidak begitu buruk.
Madrid saat itu masih ada di posisi puncak klasemen LaLiga dan Alonso baru kalah empat kali dari 34 pertandingan. Namun, Alonso kehilangan pekerjaan karena dianggap kehilangan kendali di ruang ganti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya karena pertikaian dengan sejumlah pemain bintang Madrid, terutama Vinicius. Vinicius sempat mengamuk saat diganti di laga kontra Barcelona Oktober lalu.
Vinicius bahkan tidak mau berjabat tangan dengan Alonso dan ngeloyor ke ruang ganti. Itulah mengapa Vinicius menilai era Alonso tidak nyaman untuknya karena dia juga kerap dicadangkan.
Baca juga: Mbappe Tak Bisa Jadi Motivator di Madrid |
Namun, Vinicius menjadikan momen itu sebagai pembelajaran untuk kariernya ke depan.
"Itu momen yang sulit. Kami memainkan banyak pertandingan, tapi saya jarang bermain. Setiap pelatih punya caranya masing-masing. Saya tidak bisa bermain seperti yang Alonso inginkan. Itu jadi momen pembelajaran, saya belajar banyak, para pemain sangat membantu. Saya bisa merefleksikan diri, memperbaiki diri, dan punya hubungan fantastis dengan Arbeloa," ujar Vinicius di The Athletic.
"Momen itu tidak menyenangkan. Saya sudah meminta maaf ke tim, klub, pelatih, semua yang ada di sana. Saya ingin terus bermain dan tidak diganti Saya merasa apa yang saya lakukan benar, saya tidak mau meninggalkan lapangan, tapi setelah itu Anda baru menyadari bahwa itu salah. Pengalaman membuat saya belajar untuk lebih baik."
Baca juga: Mallorca Vs Real Madrid: Vinicius Lelah |
(mrp/adp)











































