Ada kekhawatiran kalau Vinicius Junior dan Kylian Mbappe memang tidak bisa main bareng. Pelatih Los Blancos Alvaro Arbeloa coba menjawabnya.
Mbappe dan Vinicius memang jadi andalan di lini serang Madrid musim ini. Mbappe adalah top scorer tim dengan 39 gol di seluruh ajang, sementara Vinicius sudah bikin 17 gol.
Wajar jika salah satu atau keduanya absen, maka Madrid akan kesulitan. Tapi, hal itu juga terbantahkan setidaknya di tiga pertandingan terakhir Madrid.
Setelah Mbappe pulih dari cedera lutut, Madrid belum pernah menang di tiga pertandingan terakhir, dua kalah dan sekali imbang. Diawali kekalahan beruntun dari Real Mallorca dan Bayern Munich, Madrid cuma berimbang 1-1 kontra Girona, Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB.
Padahal saat Mbappe cedera, Madrid meraih lima kemenangan beruntun di seluruh ajang, termasuk mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid. Itulah mengapa dugaan soal Vinicius dan Mbappe tidak bisa main bareng makin kuat.
Baca juga: Mbappe Main Lagi, Madrid Malah Memble |
Kedua pemain itu dianggap egois dan cuma mementingkan statistik sendiri. Apalagi Mbappe yang biasa beroperasi dari sisi kiri harus jadi penyerang tengah, karena posisi itu sudah jadi milik Vinicius.
Arbeloa menegaskan bahwa dugaan itu tidak benar adanya dan kedua pemain dianggap bisa bermain bareng untuk jadi mesin gol Madrid.
"Tidak, kawan," ujar Arbelo sambil tertawa menanggapi isu Mbappe dan Vinicius tidak bisa main bareng.
"Saya tidak khawatir dengan dua pemain yang punya statistik luar biasa itu. Maksud saya adalah, mereka itu menurut saya, adalah salah satu dari empat atau lima pemain terbaik dunia. Saya sama sekali tidak khawatir. Saya rasa kami harus bisa lebih baik sebagai tim. Terutama saat menghadapi tim-tim yang bertahan, tidak memberikan ruang, yang tidak sering menyerang kami," sambungnya seperti dilansir Football Espana.
"Kami masih kesulitan di sana dan saya rasa itu lebih ke kolektif ketimbang individu."
Simak Video "Video: Arbeloa Bicara Alasan Mbappe Absen di Laga Penting Madrid vs Benfica"
(mrp/adp)