Presiden Real Madrid Florentino Perez membantah kabar dirinya sakit keras dan akan mundur dari posisinya. Ia akan tetap akan bertahan, bahkan optimis menang jika pemilihan umum kembali digelar dalam waktu dekat.
Perez sudah memimpin Madrid sejak Juni 2009, yang menjadi periode kedua setelah 2000-2006. Ia menjadi calon tunggal dalam empat pemilihan presiden terakhir, terbaru pada 2025. Tapi belakangan ini kursinya mulai digoyang dan ia didesak mundur.
Sebabnya yakni prestasi Madrid yang jeblok dalam dua musim terakhir usai gagal memenangi satu pun trofi mayor. Namun pria 79 tahun itu menegaskan dirinya akan tetap menjabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maaf, saya harus memberi tahu kalian bahwa saya tak akan mengundurkan diri," ujar Perez dalam jumpa pers pada Selasa (12/5/2026), dikutip The Athletic.
"Mereka yang ingin keluar dan menentang saya, silakan. Saya juga akan membela hak-hak anggota kami. Jika seseorang ingin maju, silakan. Tetapi jangan bergerak secara sembunyi-sembunyi."
"Saya telah meminta dewan pemilihan untuk memulai proses penyelenggaraan pemilihan, di mana dewan saat ini akan kembali menjabat," tegasnya percaya diri.
Perez juga membantah dirinya sakit kanker. Ia mengklaim sehat walafiat dan masih mampu memimpin dua "perusahaan". Selain Madrid, Perez memiliki Grupo ACS ang bergerak di bidang teknik sipil.
"Beberapa orang bilang saya mengidap kanker stadium akhir. Saya masih menjabat presiden Real Madrid dan perusahaan saya. Saya presiden perusahaan yang terdepan di bidang infrastruktur, memiliki 170 ribu karyawan dan menghasilkan 50 miliar Euro per tahun, dan kesehatan saya sempurna," lanjut Perez.
"Saya tak mungkin berada di kedua tempat itu jika kesehatan saya tak sempurna. Saya tak tahu mengapa rumor itu muncul. Karena jika mereka mengatakan saya mengidap kanker, saya harus pergi ke pusat onkologi agar mereka memeriksa saya. Anda pikir jika saya pergi ke pusat onkologi dan mereka memeriksa saya, beritanya tak akan muncul di mana-mana? Itu tak benar. Mereka mengarangnya dan rumor itu telah berkembang."
"Mereka mengatakan saya mengidap kanker, dan beberapa teman telah menelepon untuk memberi tahu saya bahwa itu stadium akhir."
Perez dikenal jarang berbicara dalam jumpa pers semacam ini. Terakhir kali ia melakukannya pada 2015 silam. Oleh sebab itu, tindakannya kali ini turut mengundang tanya.
Menurut The Athletic, Perez diduga merasakan adanya perlawanan dalam internal Madrid. Kebocoran info yang harusnya disimpan rapat seperti perkelahian Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde adalah salah satu contohnya.
Baca juga: Fabregas Tak Tutup Pintu untuk Real Madrid |
Dalam jumpa pers ia juga merasa ada 'pebisnis dengan aksen Meksiko' yang sedang bekerja di balik layar untuk melawannya, meski ia menolak menyebut nama. Tantangan Perez yang meminta diadakannya kembali pemilihan umum adalah untuk menunjukkan bahwa ia merasa didukung banyak anggota Madrid.
(adp/aff)










































