Rafael Nadal membantah keras isu dirinya bakal jadi presiden Real Madrid. Dia masih menghormati Florentino Perez.
Sebelumnya, media yang berbasis di Barcelona, yaitu La Vanguardia, merilis laporan yang menyebut bahwa Enrique Riquelme bersama David Mesonero akan maju sebagai calon presiden Madrid. Keduanya merupakan bos perusahaan energi terbarukan.
Nadal disebut sebagai bagian dari proposal pencalonan tersebut. Bukan rahasia lagi jika Nadal adalah fans berat Madrid dan kerap menyaksikan tim kesayangannya berlaga di Santiago Bernabeu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi fans Madrid sudah banyak yang gerah dengan aksi Perez dalam dua musim terakhir yang bikin tim nirgelar. Mereka menilai Nadal sebagai sosok yang bisa membawa perubahan untuk tim, setelah lama dikuasai Perez.
Terkait isu tersebut, Nadal sudah membantah keras. Dia menegaskan masih menghormati Perez sebagai presiden Madrid saat ini dan tidak mau menambah kisruh di internal klub.
"Kemarin saya ingin menyetop spekulasi sejak dini. Saya melihat bahwa saya dikaitkan dengan pencalonan (kandidat potensial) Enrique Riquelme. Saya mengerti bahwa itu masuk akal dan orang-orang bisa berspekulasi, tetapi meskipun saya memiliki hubungan yang baik dengannya [Riquelme], saya sangat menghormati Florentino dan semua yang dia miliki," ujar Nadal di akun instagram.
"Saya tidak ingin memicu spekulasi tentang sesuatu yang tidak saya ikuti. Untuk mencegah hal itu -- saya bukan tipe orang yang menyangkal sesuatu -- tetapi sepak bola adalah dunia yang berbeda dan saya hanya ingin memperjelas bahwa saya tidak fokus pada hal itu saat ini.
"Saya menyukai sepak bola, saya sangat menyukainya, saya penggemar Madrid dan penggemar Mallorca. Kemarin adalah hari yang sulit. Kita harus mengakui bahwa keadaan di Madrid tidak berjalan dengan baik. Ini adalah olahraga -- selalu ada kesalahan dan tidak ada yang salah dengan mengakui hal itu setelah bertahun-tahun membuat keputusan yang tepat."
"Saya mengerti bahwa pemilihan umum akan segera diadakan. Para anggota akan memutuskan apakah akan mempertahankan jagoan mereka atau jika ada alternatif lain yang memungkinkan, dan para pemilik suara akan memutuskan siapa yang mereka inginkan sebagai pemimpin mereka."
(mrp/aff)











































