Eks Presiden Barca: Uang Penjualan Neymar Dipakai untuk...

Eks Presiden Barca: Uang Penjualan Neymar Dipakai untuk...

Adhi Prasetya - Sepakbola
Rabu, 10 Jun 2026 15:45 WIB
Neymar saat memperkuat Barcelona pada 2017.
Neymar saat memperkuat Barcelona pada Mei 2017, beberapa bulan sebelum dilepas ke PSG. Foto: Getty Images/David Ramos
Jakarta -

Barcelona sempat kecipratan uang banyak dari penjualan Neymar ke Paris Saint-Germain pada 2017 silam. Eks presiden Josep Maria Bartomeu kini buka suara untuk apa dana itu dihabiskan.

PSG menebus kalusul pelepsan Neymar seharga 222 juta Euro pada sembilan tahun silam, menjadikan penyerang Brasil itu pemain termahal dunia, rekor yang masih bertahan hingga kini.

Dengan uang sebanyak itu, Barca sejatinya bisa melakukan banyak hal untuk memperkuat tim. Namun Bartomeu menggunakannya untuk mendatangkan dua pemain bintang, yakni Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund dan Philippe Coutinho dari Liverpool.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar transfer terjadi inflasi yang disebabkan oleh klub-klub Premier League dan klub-klub milik negara seperti PSG dan (Manchester) City," kata Bartomeu, dikutip Tribuna.

ADVERTISEMENT

"Kami memiliki tim terbaik di dunia, dan para pemain kami terus-menerus menerima tawaran. Tim-tim lain ingin membubarkan skuad Barca."

"Sewaktu klausul pelepasan Neymar dibayarkan, kami mengalami momen yang sulit, terutama ketika, beberapa hari kemudian, kami mengetahui bahwa tim lain bersedia membayar klausul (Lionel) Messi sebesar 400 juta Euro."

"Staf pelatih meminta Dembele kepada kami. 105 juta Euro ditambah 30-35 juta Euro dalam bonus masih terjangkau karena dia masih sangat muda. Dia memulai dengan baik tetapi langsung cedera."

"Xavi sudah mengatakan bahwa dia akan luar biasa, dan dia telah membuktikannya di PSG. Dia sudah menjadi pemenang Ballon d'Or. Coutinho datang karena (Andres) Iniesta memberi tahu kami bahwa dia akan pergi. Staf pelatih menyarankan perekrutan itu. Kami mampu membelinya," pungkas Bartomeu, yang mundur pada 2020.

Coutinho direkrut seharga 135 juta Euro, namun hanya bertahan 4 tahun sampai awal 2022, itu pun termasuk masa peminjaman semusim ke Bayern Munich. Di Jerman, ia justru dinilai lebih sukses karena meraih treble, sementara di Barca ia gagal menjadi pilihan utama.

Sedangkan Dembele sempat bersinar di musim terakhir bersama Barca usai melewati serangkaian cedera dan kasus indisipliner, namun dilepas murah ke PSG pada 2023. Di Paris, ia malah menjadi bintang utama asuhan tim Luis Enrique, yang meraih gelar Liga Champions dua musim beruntun.

Sederet mismanajemen ditambah pandemi COVID-19 sempat meruntuhkan keuangan Barca, namun mereka perlahan bangkit dan menjadi juara Liga Spanyol dua musim terakhir. Meski dengan keuangan ketat, mereka masih mampu memikat banyak pemain bintang, ditambah dengan mempromosikan banyak pemain akademi.

(adp/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads