Mourinho Kembali ke Madrid karena Cinta, Tak Punya Dendam ke Barcelona

Mourinho Kembali ke Madrid karena Cinta, Tak Punya Dendam ke Barcelona

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 25 Jun 2026 10:40 WIB
Jose Mourinho, head coach of SL Benfica, during the Primeira Liga match between GD Estoril Praia and SL Benfica at Estadio Antonio Coimbra da Mota in Estoril, Portugal, on May 16, 2026. (Photo by Valter Gouveia/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Jose Mourinho menyebut alasannya kembali ke Real Madrid karena masih cinta. Pelatih asal Portugal itu juga mengaku tidak punya rasa dendam kepada Barcelona.

Madrid secara resmi mengumumkan kembalinya Mourinho pada bulan lalu dengan kontrak dua tahun. Mourinho kembali ke Santiago Bernabeu 13 tahun setelah hengkang pada 2013.

Pada periode pertamanya di Madrid antara 2010 dan 2013, Mourinho bersaing ketat dengan Barcelona-nya Pep Guardiola. Pada periode itu, Mourinho satu kali juara LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sepanjang kariernya sebagai pelatih, Mourinho kerap berhadapan dengan Barcelona. Salah satunya saat membawa Inter Milan juara Liga Champions pada 2010 dengan mengalahkan Barcelona di semifinal.

ADVERTISEMENT

Setelah Liverpool, Barcelona merupakan tim yang paling sering dihadapi Mourinho selama menjadi pelatih. Mourinho melawan Blaugrana 27 kali dengan catatan delapan kali menang, sembilan kali imbang, dan 10 kali kalah.

Mourinho pun membantah jika perjalanannya itu, termasuk persaingan antara Madrid dan Barcelona di periode pertamanya, membuatnya jadi anti-Barcelona.

"Pada akhirnya, saya tidak membantah kalau saya cinta Real Madrid, dan inilah alasan saya kembali. Tapi saya sama sekali tidak punya dendam dalam hubungannya dengan Barcelona," ujar Mourinho dalam wawancara dengan Vanity Fair seperti dilansir ESPN.

"Saya cuma menikmati bertanding melawan mereka karena dalam sepakbola, Anda menikmati bermain melawan yang terbaik. Yang terbaik mendorong Anda untuk jadi lebih baik."

"Tapi sepakbola adalah sepakbola, dan saya sering banget melawan Barcelona, mulai di Chelsea sebelum saya ke Inter. Laga-laga besar Liga Champions bersama Chelsea, kemudian Inter, dan kemudian saya pergi ke Real Madrid. Saya kira takdir yang membawa kami saling berhadapan," katanya.



(nds/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads