Raihan 24 angka yang dikoleksi Valencia setara dengan Atletico Madrid, namun Atleti memiliki keunggulan telak dalam agregat gol. Sedangkan kemenangan buat Santander tidak mengubah posisinya di urutan tujuh klasemen.
Di stadion Estadio El Sardinero, Senin (26/11/2007) dinihari WIB, Santiago Canizares tampil apik di bawah mistar gawang Valencia. Meski begitu gol semata wayang dalam pertandingan itu ironisnya juga membuat kemampuan Canizares dipertanyakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kedudukan 0-0 pelatih Santander, Marcelino Garcia, memasukkan Euzebius Smolarek untuk menggantikan Oscar Sanchez untuk menghidupkan serangan. Terbukti, Smolarek pun langsung menggebrak. Memanfaatkan kesalahan lini belakang Valencia, striker Polandia itu mampu membahayakan gawang lawan kendati upayanya dikandaskan Canizares.
Baru di 20 menit menjelang berakhirnya pertandingan Jorge Lopez Montana mampu menggetarkan gawang Valencia. Setelah menyambut bola muntah, mantan gelandang Valencia itu melepaskan tendangan voli yang mengarah tepat ke Canizares yang justru gagal mengamankan gawangnya. Kedudukan 1-0 buat tuan rumah pun tetap bertahan sampai akhir pertandingan.
D'Alessandro Selamatkan Zaragoza Dari Kekalahan
Sementara itu di Estadio La Romareda, tuan rumah Real Zaragoza nyaris dipermalukan Getafe sebelum akhirnya mampu memaksakan hasil imbang sembilan menit menjelang bubaran.
Tim tamu unggul lebih dulu melalui gelandang Francisco Sousa di menit 65. Tertinggal 0-1, Andres D'Alessandro diturunkan untuk menggantikan Albert Celades di menit 66.
Keputusan itu terbukti tepat karena D'Alessandro dapat menghindarkan Zaragoza dari kekalahan berkat golnya di menit 81.
Hasil imbang itu tidak mengubah posisi kedua tim. Zaragoza tetap di posisi sembilan dengan poin 18 sedangkan Getafe ada dua peringkat di bawahnya dengan raihan 15 angka.
(Lihat hasil pertandingan selengkapnya)
Foto: Winger Valencia, Joaquin, tak kuasa menyelamatkan timnya dari kekalahan (AFP/Nacho Cubero). (krs/a2s)











































