Real Madrid mendesak adanya kepemimpinan baru di LaLiga. Presiden LaLiga Javier Tebas membalas pernyataan tersebut.
Kekalahan Real Madrid dari Atletico Madrid akhir pekan lalu masih menyisakan kontroversi. Los Blancos menilai timnya kalah karena keputusan wasit yang berat sebelah.
Javier Tebas punya pendapat berbeda soal itu. Menurutnya keputusan wasit sudah tegas dan membantah adanya konspirasi untuk menjegal Real Madrid di Liga Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Real Madrid menanggapi pernyataan pedas Javier Tebas. Los Merengues menilai komentar tersebut tak pantas dikeluarkan presiden LaLiga, serta menyerukan pergantian kepemimpinan di LaLiga.
Tuntutan Real Madrid soal pergantian kepemimpinan LaLiga langsung mendapat respons Tebas. Pria berusia 64 tahun itu kembali mengecam Los Blancos, serta mengungkit-ungkit sikap klub yang selalu merasa dicurangi setiap kali menerima kekalahan.
"Mereka menuntut agar saya berkontribusi untuk membangun kepercayaan pada imparsialitas kompetisi. Justru karena alasan itulah, saya menolak narasi bahwa wasit diarahkan untuk melawan Real Madrid," Tebas menuliskan di X.
"Mengkritik keputusan wasit adalah hal yang sah. Namun, mengubah setiap kerugian menjadi bukti kecurangan adalah hal lain. Apakah itu akan membangun kepercayaan atau merusak citra sepakbola Spanyol?" dia menambahkan.
"Mereka mengacaukan netralitas dengan independensi. Jika yang mereka maksud dengan netralitas adalah tidak memihak dalam hal apa pun, bahkan antara yang benar dan yang salah, kenapa mereka meminta saya untuk melepaskan tanggung jawab saya?"
"Independensi membutuhkan pengambilan keputusan berdasarkan penilaian sendiri, tanpa tekanan atau subordinasi, menerapkan aturan yang sama kepada semua orang dan membela kepentingan bersama. Itu berarti mengambil keputusan dan mengambil posisi, bahkan jika Real Madrid tidak menyukainya," tegasnya.
(bay/aff)










































