Jumlah 41 gol dalam dua tahun masa baktinya bersama Real Zaragoza adalah bukti kualitas striker Argentina yang satu ini. Musim lalu dia cuma kalah satu gol dari Ruud van Nistelrooy di daftar pencetak gol terbanyak Liga Spanyol.
Jumat (4/1/2008) kemarin, Milito kembali membuktikan betapa dirinya layak bersanding dengan striker top Primera lainnya. Memang kartu merah harus dia terima di akhir pertandingan, namun satu gol yang dicetaknya ke gawang Pontevedra menjadi awal kebangkitan Zaragoza untuk mengejar ketinggalan dan kemudian memastikan lolos ke babak delapan besar Copa del Rey.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibanding pesepakbola "Tim Tango" yang merumput di Eropa, nama Milito memang jauh kalah tenar. Apalagi debutnya di Benua Biru diawali di Seri B Liga Italia bersama Genoa.
Namun justru mulai dari sanalah kakak Gabriel Milito ini menunjukkan eksistensinya. Sebelum akhirnya direkrut Blanquillos tahun 2005, Milito menyumbang 33 gol dalam 59 penampilannya bersama Genoa, sebuah pencapaian hebat buat pemain yang baru datang ke Eropa.
Di Tanah Matador, pemain yang memulai karirnya bersama Racing Club itu seperti menemukan potensi dirinya yang belum terasah. Pada tahun pertamanya bermukin di La Romareda, total 15 gol dia cetak. Itu belum termasuk raihan fantastisnya dengan menjebol jala Real Madrid sampai empat kali saat mengantar timnya meraih kemenangan 6-1 di semifinal Copa del Rey 2006.
Mematikan di depan gawang lawan bukan cuma keunggulan Milito. Striker powerfull dan tangguh dalam duel udara itu juga terkenal santun dan memiliki kepribadian yang layak dijadikan contoh buat pemain lain.
"Meski dia adalah pemain dengan bayaran terbesar dan pemain kami yang paling ngetop saat ini, (tapi) dia adalah tipe pemain yang akan melakukabn sesuatu dengan kemampuan terbaiknya. Dan itu sangat berharga untuk kami," lanjut Fernandez.
Zaragoza kini memang masih tertahan di posisi 10 klasemen dan bahkan belum menang dalam enam laga terakhir di Liga Spanyol. Tapi itu bukan lantaran performa Milito yang menurun karena saat ini saja dia sudah membukukan sembilan gol yang menempatkannya di urutan dua daftar top skorer di belakang Luiz Fabiano.
Dengan semua atribut tersebut, rasanya tak salah kalau setelah musim panas lalu Arsenal menyatakan ketertarikannya kini giliran Sven Goran Eriksson sampai terpikat dan bertekad menjadikannya anggota skuad Manchester City. (din/din)











































