Menghadapi Mallorca dalam laga pertama di La Liga tahun 2008, Barca cukup bersusah payah untuk memenangi pertandingan dengan skor 2-0. Meski begitu tak ada permainan atraktif yang biasa ditampilkan anak-anak Catalan tersebut.
Iniesta sama sekali tak keberatan dengan gaya yang ditampilkan Barca ketika menghadapi Mallorca. Alasannya, bermain indah atau dominan pun tak menjamin kemenangan, seperti yang ditampilkan tim besutan Frank Rijkaard itu saat ditundukkan Real Madrid di Nou Camp 24 Desember lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menang usai bermain buruk? Luar biasa! Banyak kesempatan di mana kami menampilkan sepakbola indah, dan lantas kalah. Itu membuat kami terlihat seperti idiot," ceplos Iniesta dilansir Goal, Minggu (6/1/2007).
Oleh karena itu gelandang Spanyol tersebut tak peduli penilaian orang tentang permainan timnya saat melawan Mallorca. Meski begitu, bukan berarti pula pada akhirnya Barca akan menanggalkan ciri permainannya dan berpaling ke sepakbola pragmatis yang mementingkan hasil akhir.
"Satu-satunya yang patut dilihat adalah ini merupakan tiga poin penting dan kami memulai tahun yang baru dengan baik. Akan selalu ada waktu untuk bermain bagus dan menang, dan kami tak perlu melepaskan (gaya) itu. Tak perlu terlalu berlebihan menganalisa laga ini. Pemain Mallorca membuat kami kesulitan. Namun kami tampil bagus di babak kedua dan gol (Rafael) Marquez membuka kemenangan kami," tandas Iniesta.
Tiga poin tambahan buat Barca memangkas selisih mereka dengan pemuncak klasemen Madrid menjadi empat poin, kendati El Real masih menyimpan satu laga lebih banyak.
(krs/krs)
