Koeman, yang menjadi suksesor Quique Sanchez Flores, belum terlihat kehebatan sentuhan tangannya sejak masuk Mestalla pada 31 Oktober lalu. Aura tiga titel Belanda yang pernah ia menangi -- bersama Ajax (2002 & 2004) dan PSV Eindhoven (2007) -- sejauh ini belum tertularkan ke skuad El Che.
Dari total 12 pertandingan, Koeman hanya memenangi tiga di antaranya, sedangkan empat lainnya kalah dan sisanya seri. Jelas ini bukanlah statistik yang mentereng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada laga terakhir Valencia dinihari tadi, Senin (7/1/2008), Valencia kembali gagal meraih angka penuh. Bermain di kandang sendiri, mereka ditahan 0-0 oleh rival sekotanya, Levante.
"Kami harus sedikit mengubah gagasan bermain kami. Kami punya banyak kesempatan, tapi kurang konsisten. Kami mampu menyerbu ke daerah gawang mereka, tapi tak bisa mengambil keuntungan dari kesempatan-kesempatan itu," urai Koeman seusai pertandingan tersebut.
Meski demikian, pelatih asal Belanda itu tetap bersikap optimistis. Walaupun tak menang, tapi permainan pasukannya lebih baik dibanding tim lawan, dan itu ia nilai sebagai sebuah hal positif.
"Kami memang harus menciptakan lebih banyak peluang dan lebih berbahaya. Biar Bagaimanapun Kami terus membaik," tambah Koeman seperti dikutip dari Goal.
Berbeda dengan keyakinan sang pelatih, publik Mestalla tetap tak puas. Mereka masih melambai-lambaikan sapu tangan putih dan membunyikan siulan panjang pertanda kecewa.
"Saya tak bisa mengelak dari reaksi fans yang seperti itu karena mereka terus menyemangati timnya sampai pertandingan berakhir. Yang tak saya harapkan tentu saja cibiran dan cemoohan," timpal Koeman.
(a2s/key)











































