Kanoute pernah membela Spurs dari tahun 2003-2005 setelah tiga tahun sebelumnya bermain bagi West Ham United. Dua tahun di White Hart Lane, striker asal Mali itu tidak pernah menunjukkan performa puncaknya.
Peruntungan Kanoute berubah saat bergabung dengan Sevilla. Di bawah asuhan Ramos, pelatih Sevilla kala itu, bomber yang kini berusia 30 tahun itu menjadi satu dari sekian penyerang yang ditakuti bek-bek lawan di La Liga.
Saat musim ini baru berjalan beberapa bulan, Ramos ternyata berpaling. Ia menangani Spurs, mantan klub Kanoute. Sang pemain pun mulai mengumandangkan kemungkinan reuni dengan sang eks entrenador.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa bahagia di Spanyol. Tapi jika Tottenham memberi kesempatan, saya akan mempertimbangkannya. Tunggu saja," kilah Kanoute tanpa menyebut Ramos sebagai faktor pendorong utama baginya untuk hijrah.
Sebagai pengingat, seorang manajer di klub Inggris memiliki peran terbesar dalam proses jual beli pemain. Ramos bisa jadi memang menginginkan mantan anak asuhnya itu kembali menjadi andalannya.
"Permainan saya mungkin telah berkembang sejak di Spanyol. Saya mencetak gol lebih banyak di sini. Tapi saya tetap merasa bahwa saya masih bisa lebih baik," tutup pengoleksi 54 gol dari 105 penampilannya bagi Sevilla itu.Β (arp/key)











































