Rijkaard kehilangan dua poin untuk menempel Madrid di puncak klasemen La Liga, menyusul hasil seri 1-1 di kandang Athletic Bilbao dinihari tadi, Senin (28/1/2008). Carles Puyol dkk pun tertinggal sembilan angka dari Los Blancos.
Selisih tersebut tentu saja cukup besar, tapi tidak membuat Rijkaard patah arang. "Kami takkan menyerah," tukasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Rijkaard masih relatif aman karena El Barca tetap nangkring di urutan kedua, Koeman sudah mendapat tekanan di Valencia. Publik Mestalla mencemooh dirinya dan meminta Koeman mundur setelah El Che dipermalukan tim promosi Almeria 0-1 di kandangnya sendiri.
Almeria, sebuah kawasan di Spanyol yang lebih dikenal karena makanannya ketimbang sepakbola, pun menjadi tim keenam di musim ini yang mampu menekuk Valencia di depan para suporternya.
Tak heran jika fans Valencia marah. Sudah hampir tiga bulan bekerja, Koeman belum menghasilkan apa-apa kecuali statistik buruk. Hanya di Copa del Rey mereka mampu memetik kemenangan.
"Jika Anda kalah di kandang sendiri, Anda pasti tahu bahwa sasaran kritikan adalah pelatih. Saya menerima itu dan akan terus bekerja keras. Saya tenang, tapi tetap prihatin," tukasnya.
Valencia kini tak pernah menang dari sembilan pertandingan liga terakhirnya, dan peringkatnya di klasemen sementara pun terus merosot. Saat ini Timo Hildebrand dkk ada di urutan ke-11.
"Ya, ini mengkhawatirkan," lanjut Koeman kepada Marca. "Klub ini sedang dalam krisis. Tapi kami tak perlu mencari kambing hitam. Masalah-masalah teknis ini sangat mempengaruhi kami."
Saat disodorkan kemungkinan mundur, mantan pelatih PSV Eindhoven itu menjawab yang tegas. "Tidak. Sekarang, hari Rabu besok, maupun di akhir musim. Saya takkan mundur, ini baru dua bulan."
(a2s/arp)











































