Indikasi Rossi sudah jadi adalah produktivitasnya di Villarreal. Dari 16 pertandingan di La Liga ia telah menghasilkan 10 gol dan menjadi topskorer kedua klubnya setelah Nihat Kahveci.
Jumlah gol tersebut menunjukkan Rossi mampu beradaptasi dengan kompetisi seketat Liga Spanyol. Ia bahkan memenangi persaingan internal dengan penyerang kawakan Denmark Jon Dahl Tomasson dan bomber Meksiko Guillermo Franco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di musim 2005/2006 Rossi didaftarkan ke tim senior MU. Akan tetapi ia belum sering dimainkan, hanya 12 kali di semua kompetisi dengan torehan empat gol. Di musim berikutnya ia dipinjamkan ke Newcastle United, di mana ia cuma mengukir satu gol dari 13 pertandingan.
Pada Januari 2007 MU mengirim Rossi kembali ke Parma dengan status pinjaman. Di kampung halamannya itu pemuda kelahiran 1 Februari 1987 tersebut membantu Gialloblu terhindar dari degradasi. Ia mendulang 9 gol dari 19 pertandingan Seri A.
Performa itu yang menjadikan nilai Rossi meningkat. Beberapa klub mendaftarkan diri sebagai calon pembeli dia. MU akhirnya melepas Rossi ke Villarreal dengan harga 10 juta euro. Pada debutnya, ia langsung mencetak gol ke gawang Valencia pada 26 Agustus lalu.
Di level internasional Rossi tercatat sebagai punggawa Azzurrini alias timnas Italia U-21. Dinihari tadi, Rabu (6/2/2008), ia bahkan menjadi bintang lapangan. Dalam laga ujicoba melawan Belanda, Rossi memborong kedua gol kemenangan Italia yang unggul 2-1.
"Rossi? Dia pemain yang luar biasa. Saya ikut senang buat dia. Dia sedang menunjukkan bahwa dia seorang penyerang kelas dunia," puji pelatih Italia U-21, Pierluigi Casiraghi.
(a2s/a2s)











































