Di Stadion Coliseum Alfonso Perez, Madrid, Jumat (29/2/2008) dinihari WIB, Getafe mengawali pertandingan dengan lambat. Santander pun lebih banyak menguasai permainan di awal laga.
Meski demikian, Getafe-lah tim pertama yang sukses membobol gawang lawan. Adalah Ruben de la Red yang menyumbangkan gol pembuka Getafe melalui sundulan kepala memanfaatkan sepak pojok Pablo Hernandez di menit ke-23.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berawal dari tendangan bebas Jorge Lopez, Smolarek yang tak terkawal sukses menceploskan bola ke gawang Getafe yang dijaga oleh Oscar Ustari yang tak mampu berbuat banyak.
Di sisa babak pertama ini, Getafe mulai bisa mengimbangi dominasi Santander. Walau begitu, duet De La Red-Esteban Granero maupun Smolarek-Muhammed Tchite tak sanggup mengubah kedudukan hingga usainya babak pertama.
Entah apa yang dibisikkan oleh entrenador Michael Laudrup kepada anak-anak Getafe saat jeda. Namun pada kenyataannya, Getafe berhasil berbalik unggul melalui gol Francisco Javier Casquero di 12 menit babak kedua.
Casquero sukses menaklukan kiper Santander, Antonio Tono, setelah menerima umpan terobosan dari Hernandez yang membelah barisan bek tim tamu.
Getafe akhirnya memastikan kemenangan saat laga tinggal berusia tujuh menit saja. Hernandez lagi-lagi jadi aktor utama gol Getafe. Umpan silang pemain pinjaman asal Valencia ini mendatangi kepala Manu del Moral yang menyundulnya ke gawang Santander. Gol tidak langsung lahir karena Tono berhasil memblok bola. Namun bola rebound tanpa ampun diteruskan oleh Del Moral ke gawang tanpa mampu dihalangi.
Saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kedudukan 3-1 ini tetap bertahan. Di leg 2, 20 Maret nanti, Getafe hanya membutuhkan hasil imbang untuk dapat melaju ke final. Di semifinal lainnya, satu tiket ke final diperebutkan oleh Barcelona dan Valencia.
Foto: Ruben de la Red merayakan gol pertama Getafe (AFP/Pedro Armestre)
(arp/key)











































