Sebagai penanggung jawab utama teknis permainan alias pelatih, Rijkaard tentu sasaran tembak yang paling gampang untuk dijadikan kambing hitam kegagalan. Celakanya, ia sudah sering digoyang sejak akhir tahun lalu.
Barca memang masih bertahan dalam persaingan di tiga kompetisi yang diikuti, yakni Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions. Namun masing-masing kansnya belum cukup besar, terutama yang pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahan besar Carles Puyol dkk adalah tidak menfaatkan momentum kekalahan Real Madrid dari Getafe tiga pekan lalu. Dari sempat merapat hingga dua poin, Barca malah dua kali kalah berturut-turut. Sebelum ditaklukkan Villarreal mereka juga dibekap Atletico Madrid 4-2.
Yang bisa dilakukan Rijkaard saat ini dan berikutnya adalah sama seperti yang ia ucapkan. "Kami harus terus berusaha memenangi setiap pertandingan tersisa. Kami belum boleh menyerah dan harus terus bekerja keras. Jurang memang makin besar sekarang, tapi kami belum menyerah," tukasnya.
Maka Rijkaard memang kini lebih terbebani, terlebih karena pemecatan bakal membayang-bayangi dirinya jika dinilai tidak memuaskan petinggi Blaugrana di penghujung musim.
Seperti sering didapati, kabar Jose Mourinho masuk daftar tunggu Barcelona akan semakin santer apabila Rijkaard gagal mempersembahkan tropi mayor: La Liga atau Liga Champions. Entah apakah Copa del Rey masuk hitungan prestasi penting buat Joan Laporta.
"Tadi itu kami bermain sangat buruk," demikian sang presiden mengomentari hasil pertandingan melawan Villarreal. "Mereka mendominasi kami hampir sepanjang permainan, kecuali jeda babak pertama."
"Kami masih bisa memenangi liga ini karena kami ada di posisi yang sama seperti di lima pertandingan sebelumnya. Pertandingan masih banyak, poin-poin masih bisa diraih. Jadi, harapan masihlah ada," sambung Laporta seperti dikutip AFPl.
Di luar Liga Spanyol, Barca sudah memiliki tiket babak perempatfinal, tapi calon lawannya belum diketahui. Adapun di Copa del Rey, di leg pertama melawan Valencia di Nou Camp, mereka ditahan imbang 1-1.
(a2s/krs)











































