Abbiati pertama kali tersisih dari Milan pada tahun 2005. Saat itu, ia dipinjamkan ke Juventus. Setahun di sana, Abbiati kemudian kembali dipinjam pada warsa berikutnya, kali ini oleh Torino.
Awal musim ini, Abbiati kembali memilih dipinjamkan lagi ketimbang bersaing memperebutkan posisi kiper nomor satu Milan dengan Dida. Ia pun "mengasingkan diri" ke Spanyol bersama Atletico.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja ada banyak perbedaan dalam kultur sepakbola Italia dan Spanyol. "Bedanya ada di mentalitas. Contohnya, sebelum bertanding kami mendengarkan musik keras di ruang ganti hingga beberapa menit sebelum kick-off," akunya. "Hal itu pasti tak terpikirkan di Italia."
"Tentu saja hasil juga penting di sini. Tapi tekanannya lebih kecil. Saya bermain bagi klub yang memiliki sejarah panjang di ibukota. Keluarga saya nyaman di sini dan cuacanya juga lebih enak dari Milan," lanjut kiper kelahiran 30 tahun lalu itu.
Apakah Abbiati ingin kembali ke San Siro? Perebutan posisi kiper utama relatif terbuka dengan tidak stabilnya penampilan Dida dan deputinya, Zeljko Kalac.
"Saya sudah dipinjamkan dalam tiga musim terakhir ini dan mungkin itu akan terjadi lagi. Di awal musim ini sebetulnya saya ingin tinggal. Tapi Milan memperpanjang kontrak tiga kiper. Suatu hari saya akan kembali, tapi tidak sebagai kiper ketiga," tegas dia.
(arp/krs)











































