Penghargaan bergengsi tersebut dipersembahkan untuk pencetak gol terbanyak di kompetisi lokal di Eropa. Tahun ini award berbentuk sepatu emas itu berpeluang besar diraih oleh Fabiano dan Ronaldo yang saat ini tengah memimpin daftar pemain tersubur seantero benua biru.
Namun, perolehan gol Fabiano yang baru 22 sedikit tertinggal dari koleksi gol Ronaldo yang sudah mencapai angka 24. Tetapi penyerang asal Brasil itu tak patah arang. Dirinya siap bersaing dengan gelandang asal Portugal itu dan merebut titel sebagai pesepakbola tersubur di Eropa tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu Golden Boot jatuh ke tangan kapten AS Roma, Francesco Totti, yang berhasil menorehkan 26 gol dalam semusim. Jika berhasil meraihnya, Fabiano akan menjadi pemain Brasil kedua yang meraihnya dalam enam tahun terakhir setelah Mario Jardel mendapatkannya pada tahun 2002.
Penilaian poinnya sendiri tidak hanya berdasarkan jumlah gol tetapi juga dikalikan dengan koefisien rangking negara di daftar UEFA. Khusus untuk peringkat satu sampai delapan (termasuk di dalamnya Inggris dan Spanyol) jumlah gol yang dihasilkan akan dikalikan dua, sedangkan posisi 9-21 hanya akan dikalikan 1,5. (din/din)











































