Rijkaard Merasa Malu

Rijkaard Merasa Malu

- Sepakbola
Minggu, 30 Mar 2008 08:29 WIB
Rijkaard Merasa Malu
Sevilla - Inkonsistensi kembali dilakukan Barcelona. Kekalahan yang mereka derita di Estadio Manuel Luiz de Lopera, Minggu (30/3/2008) dinihari WIB, membuat pelatih Frank Rijkaard merasa malu.

Rijkaard mengaku tak bisa menjelaskan bagaimana timnya, yang lebih dulu unggul cepat 2-0 di babak pertama, kemudian kemasukan tiga gol di babak kedua sehingga pulang membawa kekalahan 2-3.

Kekalahan ini sangatlah tidak menguntungkan bagi anak-anak Catalan dalam upayanya merapat ke pemuncak klasemen sementara Liga Spanyol, Real Madrid, yang saat ini unggul lima poin atas mereka dan baru melakoni laganya yang ke-30 pada tengah malam nanti, menjamu Sevilla di Santiago Bernabeu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

El Barca malah sudah tergusur ke peringkat tiga. Posisi dua yang lama mereka duduki direbut Villarreal seusai mengalahkan Ateltico Madrid 3-0 di El Madrigal beberapa jam lalu.

Dengan sisa delapan pertandingan, kesempatan untuk menjadi juara memang belum tertutup. Akan tetap peluang itu pun mengecil, lebih-lebih jika Xavi Hernandez dkk tidak mampu mengatasi masalah permainan yang tidak konsisten.

"Kita melihat dua tim Barcelona yang berbeda, dan saya merasa malu dengan hasil ini," ungkap Rijkaard setelah pertandingan, seperti dikutip AFP, Minggu (30/3/2008) pagi WIB.

"Kami mendominasi babak pertama dan amat sulit untuk dipahami bagaimana permainan (kami) begitu berubah di babak kedua. Saat turun minum saya katakan pada anak-anak untuk tetap termotivasi dan terus memberi tekanan pada lawan."

"Yang harus kami lakukan hanyalah bermain seperti di babak pertama, tapi itu tidak terjadi. Ini tak dapat dijelaskan," tandas pelatih asal Belanda itu.

Jika kans di liga domestik mulai mengecil, Barca masih punya peluang cukup besar di Liga Champions. Minggu ini mereka akan memulai perjuangan lanjutannya di leg pertama babak perempatfinal melawan Schalke 04. (a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads