Begiristain, dalam sebuah wawancaranya dengan televisi Catalan, tak segan menyatakan kalau timnya memang punya masalah. Menurut dia, ketika situasi dalam pertandingan menjadi berat, para pemainnya tak bisa mengatasi.
Seperti ketika menghadapi Betis, di mana Barca harus kalah 2-3 walaupun sudah unggul cepat terlebih dulu 2-0. Hal ini, menurut Begiristain, adalah contoh betapa Blaugrana sudah kehilangan karakter kunci mereka, yaitu tak membiarkan lawan bangkit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertahanan kami kurang konsisten. Tim ini punya kemampuan untuk membenarkan masalah ini, namun ketika lawan mereka tangguh, mereka kesulitan," keluh Begiristain lagi.
Jangankan bicara tak kebobolan, bahkan kalaupun Barca mampu hanya kebobolan satu gol tiap pertandingan semenjak Januari (pada musim 2006-07 mereka hanya kebobolan rata-rata 0,89 gol setiap laga), mereka akan memiliki tambahan poin sebanyak 13 angka di La Liga, alias enam poin di atas pemuncak klasemen Real Madrid --alih-alih hanya bercokol di posisi tiga yang sekarang ditempati. Hal yang sama berlaku di Copa del Rey, di mana Barca bisa masuk final.
Akan tetapi tak usah berandai-andai. Yang pasti Barca diakui sedang dalam kesulitan dan perubahan diakui Begiristain sudah tak terelakkan. "Fans tak mau kata-kata. Mereka hanya ingin tindakan yang tepat. Barcelona perlu bereaksi."
Akankah itu termasuk perubahan di kursi pelatih? "Rijkaard tak akan turun dari posisinya," demikian Begiristain.
(krs/krs)
