Ia sedang dalam perasaan gundah gulanah karena akhir pekan lalu, saat timnya bertanding melawan Real Mallorca, diganti Frederic Kanoute sejak awal babak pertama. Walaupun Kanoute kemudian mencetak satu gol dan turut membantu Sevilla menang 3-2, tapi Fabiano terlanjur kecewa.
Ia pun melontarkan pernyataan kepada pelatih Manolo Jimenez. "Penggantian itu mengejutkan saya. Saya tidak melihat alasannya," sergah Fabiano dikutip koran Marca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat terakhir biasanya merupakan 'sejata klasik' seorang bintang dalam merevisi karirnya di sebuah klub, termasuk Fabiano. Apalagi ia sudah punya beberapa hal yang bisa dijadikan alasan lain untuk pindah.
Pertama, ia pernah diisukan bakal ditarik beberapa klub seperti Manchester City dan Real Madrid. Kedua, ia pernah mengalami kejadian menyusahkan bulan lalu ketika istri dan anaknya disatroni penjahat bersenjata api dan rumah mereka dirampok, di saat ia sedang berlatih.
Juga kontrak Fabiano hingga kini belum jelas padahal akan habis di akhir musim. "Sangat sulit buatku bertahan di Sevilla. Negosiasi buat saya untuk pindah ke Inggris justru mengalami kemajuan. Ini kesempatan buat buat saya," ujar Fabiano pada Januari lalu.
Meski demikian ada poin-poin yang bisa saja mengurungkan opsi pemain berusia 27 tahun itu untuk menanggalkan seragam Los Rojiblancos. Pertama, Sevilla masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim ini. Kedua, musim ini Fabiano sedang on fire karena sudah mencetak 23 gol di La Liga dan memimpin daftar topskorer.
Sevilla adalah klub di mana reputasi Fabiano menanjak pesat. Ia meninggalkan Brasil menuju Eropa dan bergabung dengan FC Porto di tahun 2004. Namun selama satu musim ini hanya mengukir lima gol di Liga Portugal.
Baru setelah pindah ke Sevilla, talenta Fabiano semakin terlihat. Bersama Kanoute, duet mereka dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Eropa saat ini. Ia juga makin sering menjadi starter untuk timnas Brasil.
(a2s/din)











































