Sampai dengan Juni tahun lalu, Capello masih jadi pelatih Madrid, sebelum akhirnya dipecat oleh Presiden Madrid Ramon Calderon. Hal ini cukup mengagetkan mengingat Italiano itu baru saja mengantarkan "Los Merengues" juara Liga Spanyol, yang mana juga jadi tropi pertama selama empat musim.
Pemecatan itu rupanya masih membekas di hati Capello setahun berselang. Usai Madrid memastikan jadi juara, Senin (5/5/2008), dia pun menyatakan bakal mengucapkan selamat kepada klub tersebut, dengan mengecualikan satu orang. "Para pemain, ya. Fans, ya. Ramon Calderon?" tukasnya seraya mendengus, seperti dilansir Times Online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu berbeda dengan perjuangan Madrid pada musim ini, yang dinilai Capello lebih mudah. Apalagi beberapa pesaing tangguh lainnya di musim lalu kali ini malah kedodoran. Alhasil, tidak seperti musim lalu yang sedemikian ketat persaingannya, kali ini Raul cs sudah memastikan jadi jawara dengan menyisakan tiga laga.
"Kejuaraan kali ini mengedepankan dua tim: Madrid dan Barca. Tiap kali Madrid terpeleset, Barca juga. Praktis tak benar-benar ada tantangan di akhir: tak ada Sevilla, juga Valencia. Tahun lalu menjelang akhir kami punya Sevilla, Barca dan Madrid setara poinnya, dengan Valencia hanya tertinggal sedikit," urai Capello yang kini membesut tim nasional Inggris tersebut.
Selain itu, Capello juga mengarahkan sindiran pada ketidakadilan yang sudah diterima dirinya, jika dibandingkan dengan Schuster. "(Real Madrid ini) sudah banyak mendatangkan banyak pemain baru dan mengubah gaya sedikit. Mereka juga punya Ruud van Nistelrooy yang cedera jadi mereka kerap memainkan satu penyerang di depan."
"Jika saya, Capello, memainkan satu penyerang di depan, semua berkata, 'Oh Capello sangat main bertahan.' Ada orang lain yang melakukannya dan mereka bilang, 'Hei, ini sistem baru, itu bagus juga'," cibir pria 61 tahun tersebut.
(krs/din)











































