Setelah kalah dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol, Barcelona masih harus menelan malu saat harus bertandang ke Real Madrid. Di Santiago Bernabeu, Kamis (8/5/2008) dinihari WIB, dalam laga bertajuk El Clasico, skuad besutan Frank Rijkaard kalah pulang membawa kekalahan 1-4.
"Madrid bermain lebih baik dan layak untuk menang. Kami menderita terlalu banyak. Tak ada yang suka kalah dengan seperti itu. Ada perbedaan besar: mereka lebih percaya diri dan bermain seperti layaknya sebuah tim," ungkap Rijkaard di Goal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah moment terburuk sepanjang musim. Semua di ruang ganti pemain merasa sangat sedih. Dipermalukan? Saya pikir tak relevan berbicara soal hal itu, atau menertawakannya. Kami bermain sangat baik dan mereka lebih baik," lanjut Rijkaard.
Dalam laga dinihari tadi Barcelona benar-benar terlihat kalah kelas dari Madrid. Statistik Soccernet menunjukkan penguasaan bola 55%:45% untuk keunggulan tuan rumah, itu belum termasuk jumlah tendangan ke arah gawang yang berjumlah 20(12) berbanding 14(4).
"Saat kedudukan 2-0, bisa dikatakan kalau tim merasa frustasi. Sangat sulit mempertahankan bola, bertahan dan mundur (bertahan). Ini adalah moment terburuk. Kami tak bisa merapatkan jarak dan saya meminta maaf. Dalam pertandingan seperti ini kami seharusnya bermain bersama, menyerang dan bertahan. Malam ini kami tidak melakukannya," pungkas pelatih 45 tahun itu. (din/krs)











































