Siapa yang tidak ngeri melihat kekuatan Barcelona di awal musim lalu? Setelah memiliki trisula maut dalam diri Samuel Eto'o, Lionel Messi dan Ronaldinho, mereka kedatangan Thierry Henry untuk kemudian membentuk "Fantastic Four".
Di awal musim penampilan mereka di Liga Spanyol memang cukup meyakinkan, juga perjuangan di Liga Champions di mana mampu lolos ke babak knock out sebagai pemuncak klasemen. Tapi kisah sukses tersebut tak berjalan lama karena satu-persatu masalah mulai mendatangi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kehilangan beberapa pemain yang berlaga di Piala Afrika, hampir di sepanjang musim ini hantu cedera terus membayangi perjalanan Barca. Mulai Henry, Eto'o, Messi hingga Deco sempat dipaksa beristirahat cukup panjang yang kemudian menggangu keseimbangan tim.
Memang Bojan Krkic berhasil mengundang pujian saat beberapa kali dimainkan. Tapi anak muda itu jelas tak bisa menanggung target besar Barca musim ini.
Mulailah Barca tersingkir satu persatu dari kompetisi yang diikutinya. Setelah kalah atas Valencia di semifinal Copa del Rey, gantian Manchester United yang menyingkirkan mereka. Sementara di kompetisi lokal, Carles Puyol harus membayar sendiri ketidakmampuan mereka menjaga konsistensi.
Dan puncak dari semua kegagalan itu terjadi saat bertandang ke Real Madrid. Tak cuma sekali, di Santiago Bernabeu dinihari tadi, Carles Puyol cs dipaksa menelan malu dengan jumlah yang berlipat-lipat.
Mengunjungi ke markas Madrid hanya empat hari setelah resmi menjadi juara membuat Barca seakan-akan datang untuk mengucapkan selamat. Itu terkait tradisi guard of honnor yang -- demi tradisi -- harus mereka lakukan sesaat sebelum laga.
Entah bagaimana perasaan para punggawa Tim Catalan saat melakukan hal itu. Memberi penghormatan pada musuh terbesar yang dua tahun terakhir menghalangi mereka menjadi juara adalah hal pastinya sangat dihindarin Carles Puyol cs.
Sayangnya penderitaan mereka tak berhenti sampai di situ. Di 2 x 45 menit pertandingan Barca benar-benar dibuat tak berdaya, mereka terus diintimidasi dan sempat tertinggal 0-4 untuk kemudian mengakhiri laga dengan 1-4.
Rangkaian tragedi Barca mungkin belum akan berakhir, setidaknya buat Frank Rijkaard. Menelan kekalahan telak atas Real Madrid plus kembali gagal mendapat gelar bisa menjadi akhir keberadaan orang Belanda itu di Camp Nou.
(din/krs)











































