Laporta Terancam Dilengserkan

Laporta Terancam Dilengserkan

- Sepakbola
Selasa, 27 Mei 2008 10:18 WIB
Laporta Terancam Dilengserkan
Barcelona - Musim buruk yang baru saja dilalui Barcelona mungkin belum akan berakhir dalam waktu dekat menyusul kemungkinan dilengserkannya Presiden Juan Laporta secara paksa.

Adalah ketidakpuasan anggota dewan Barcelona yang membuat Laporta terancam didongkel dari jabatannya saat ini. Mereka yang menganggap Laporta tidak melakukan tugasnya dengan baik kemudian mengumpulkan petisi sebagai upaya menurunkan pria 46 tahun itu dari jabatannya.

Jumlah anggota Barcelona yang meminta Laporta melepas kursi kepresidenannya juga tidak sedikit. Harian olahraga AS, seperti diberitakan Goal, menyebut kalau saat ini petisi yang berhasil dikumpulkan mendekati jumlah 5.882 suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah tersebut mendekati angka 5% dari seluruh anggota Barcelona. Menurut Artikel 49 dari statuta klub, jika 5% dari anggota yang berhak menjadi pemilih (dianggap dewasa dan sudah setahun menjadi anggota) menandatangani petisi maka mosi tidak percaya dapat dilakukan. Jika itu terjadi maka masa depan Laporta sebagai presiden Barcelona terancam berakhir.

Laporta terpilih menjadi presiden tahun 2003 lalu setelah mengalahkan presiden sebelumnya Lluis Bassat, dengan upaya mendatangkan David Beckham ke Nou Camp menjadi bahan kampanye. Perjalanan sebagai orang nomor satu di Barcelona juga tak mulus karena dia sempat tersangkut kontroversi menyusul mundurnya lima orang anggota dewan di tim basket karena menganggap Laporta telah menjadi otoriter dan sangat berambisi dengan kekuasaan.

Laporta terpilih untuk kali kedua pada 2006 lalu setelah sebelumnya sempat mundur selam lebih kurang satu bulan karena beberapa anggota klub yang merasa masa kepemimpinannya di Barca sudah habis kemudian meminta pengadilan menurunkannya. Dia kemudian terpilih kembali tanpa melalui perjuangan sulit karena dua kandidatnya lainnya tak mampu memenuhi syarat minimal dukungan dari anggota klub.

Gonjang-ganjing di jajaran petinggi Barcelona sangat mungkin berpengaruh pada kondisi tim yang baru saja menjalani musim yang mengecewakan. Cuma duduk di posisi tiga klasemen, Barcelona memecat Frank Rijkaard dan mempekerjakan Josep Guardiola sebagai pembesut baru Carles Puyol dkk.
(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads