Seperti diberitakan sebelumnya, Laporta terancam didongkel dari jabatannya menyusul ketidakpuasan dari anggota Barcelona akan kepemimpinan pria 46 tahun itu. Demi menurunkan sang presiden dari jabatannya, sebuah petisi pun digalang oleh Oriol Giralt.
Petisi tersebut ternyata mampu mengumpulkan cukup banyak dukungan karena kini sudah terkumpul 9.473 tanda tangan yang mendukung diturunkannya Laporta. Jumlah tersebut lebih banyak 3.591 tanda tangan dari batas minimum untuk dilakukannya mosi tidak percaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Dewan Barcelona mengesahkan seluruh petisi tersebut, maka pihak klub memiliki keharusan untuk melakukan referendum yang diperkirakan akan digelar pada awal Juli. Nantinya, pihak yang menginginkan Laporta turun setidaknya mendapat dukungan dua per tiga dari pemilih -- dan minimal hanya 10% anggota memutuskan untuk tidak mengikuti referendum -- untuk bisa mengadakan pemilihan presiden baru.
Metode yang sama sesungguhnya pernah dilakukan Laporta saat berusaha menurunkan Presiden Josep Lluis Nunez, 10 tahun lalu. Namun saat itu usahanya tak membuahkan hasil karena kurang mendapat dukungan.
Dalam dua tahun terakhir, kritikan kepada Laporta terus mengalir, terlebih setelah Carles Puyol dkk kembali tak dapat tropi musim ini yang membuat mereka puasa gelar selama dua musim. Pihak klub langsung merespon kemerosotan prestasi itu dengan memecat Frank Rijkaard dan mengganti dengan Pep Guardiola.
Gerard Pique dan Seydou Keita juga sudah didatangkan untuk memperkuat Barca musim depan. Namun di sisi lain beberapa pemain besar seperti Ronaldinho dan Samuel Eto'o justru terancam hengkang menyusul Deco yang lebih dulu dipastikan hijrah dari Camp Nou. (din/krs)











































