sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 11 Mar 2016 09:06 WIB

Mosi Tidak Percaya untuk Louis van Gaal

Pangeran Siahaan - detikSport
Jakarta -

Louis van Gaal beruntung karena ia adalah manajer sepakbola, bukan pejabat publik yang dipilih dengan mandat rakyat. Sebagai manajer, ia hanya perlu bertanggungjawab kepada para direktur Manchester United yang tampaknya tidak begitu peduli dengan hasil di lapangan selama mereka bisa mendapatkan hal-hal seperti The Official Instant Noodle Partner di Asia -- atau apalah itu.

Jika ia adalah seorang presiden yang harus mempertanggungjawabkan semua kebijakan dan pernyataannya kepada rakyat, Van Gaal pasti sudah diseret ke sidang kongres untuk dimintai keterangan.

Van Gaal akan diserbu dari berbagai aspek dan beberapa poin yang sudah pasti akan dilontarkan kepada Van Gaal adalah:

"Saudara Van Gaal, mengapa saudara memainkan Marcus Rashford, penyerang muda dengan form sensasional, di sisi sayap dalam 2 pertandingan berturut-turut? Apa anda sengaja melakukan sabotase? Apa anda ini antek asing?"

"Saudara Van Gaal, apa betul Marouane Fellaini menyimpan foto telanjang anda dan menggunakannya untuk memeras anda agar ia bisa bermain dalam pertandingan melawan Liverpool di Liga Europa?"

"Saudara Van Gaal, mengapa Fellaini bermain 90 menit dalam pertandingan itu ketika kembang kol dalam masakan capcay menunjukkan dinamisme yang lebih baik dibanding si kribo itu?”

"Saudara Van Gaal, anda bilang pada keterangan pers usai laga melawan Liverpool bahwa Fellaini adalah salah satu pemain terbaik di lapangan. Apa anda mabuk lem aibon?"



Mengingat selama ini Van Gaal selalu bisa berkelit dengan jawaban-jawaban ajaib, seandainya proses interpelasi ini dilakukan pun sudah pasti Van Gaal akan menangkis semua serangan parlemen dengan berbagai retorika.

Van Gaal piawai dalam bersilat lidah dan ia menggunakan teknik standar untuk tidak menghiraukan pertanyaan dengan meletakkan dirinya seolah-olah tidak berada di posisi di mana ia punya kuasa untuk mempengaruhi permainan timnya.

Seperti ketika kalah dari West Bromwich Albion pada akhir pekan lalu. Kala diminta keterangannya usai laga, Van Gaal mengatakan, "Ini adalah partai yang seharusnya kami menangi. Kami kurang banyak menciptakan peluang".

Ini adalah kalimat yang wajar jika diucapkan oleh fans atau suporter yang hanya menjadi penonton dalam sebuah pertandingan sepakbola. Van Gaal bukanlah penonton. Ia adalah manajer Manchester United yang punya otoritas untuk melakukan sesuatu untuk mengubah jalan pertandingan.

Jika Manchester United kurang banyak menciptakan peluang, siapakah orang yang bisa mengambil keputusan untuk lebih banyak membuat peluang?

Salah siapakah jika Manchester United tidak banyak menciptakan peluang?

Elementer, Watson.

***

Manchester United bukanlah klub dengan suporter yang haus darah menginginkan leher manajer yang berperforma buruk untuk segera digorok. Old Trafford bukan Santiago Bernabeu di mana siul-siul sambil memutar-mutar handuk putih ketika seorang pelatih sudah tidak disukai adalah adat istiadat. Bahkan di pengujung karier stand-up comedy David Moyes di United pun, minim suara di Old Trafford yang blak-blakan menghendaki ia ditendang.

Tapi sekarang Van Gaal membuat segala sesuatunya sulit, tidak hanya bagi dirinya namun juga bagi para fans. Ketika United tidak lolos ke Liga Champions di bawah Moyes, hal itu dianggap sebagai kurva belajar. Lagipula United tidak belanja pemain signifikan di musim itu.

Namun dengan prospek United absen di Champions League pada musim depan semakin besar plus fakta bahwa Van Gaal telah menghabiskan dana sebesar APBN negara berkembang untuk transfer pemain dengan hasil yang semenjana, kegagalan tidak bisa ditoleransi.

Musim ini United beberapa kali terlihat berada di fajar kebangkitan hanya untuk kemudian kembali terpuruk berkat pilihan taktik dan pemain yang mengernyitkan dahi dari Van Gaal. United musim ini selalu melangkah maju 2 langkah, namun kemudian mundur 3 langkah. Demikian anggapan umum para analis di Inggris.

Van Gaal sendiri yang mengatakan bahwa peluang terbesar bagi United untuk bermain di Liga Champions musim depan adalah dengan menjuarai Liga Europa. Namun lagi-lagi ia mengkontradiksi pernyataannya sendiri dengan pilihan taktik yang mencengangkan ketika melawan Liverpool.



Entah Van Gaal ini maunya apa. Ia sudah bilang tak akan mengundurkan diri. Entah juga apa yang membuat Manchester United belum juga memecatnya, terlepas dari fakta bahwa Sir Alex Ferguson dan Bobby Charlton dikenal mengidap Mourinhitis -- alergi terhadap Jose Mourinho.

Seandainya saja Van Gaal adalah perdana menteri dalam sistem parlementer dan fans adalah anggota parlemen, ia sudah pasti akan diberi mosi tidak percaya dan dipaksa mundur.

Jika Van Gaal adalah kepala negara dalam sistem presidensial, sidang istimewa sudah pasti akan digelar dan berujung pada pemakzulan.

Seperti Richard Nixon yang jatuh karena Watergate, skandal yang menjatuhkan Van Gaal akan dikenal sebagai Fellainigate.


=====

* Penulis adalah satiris dan penulis sepakbola, presenter BeIN Sports Indonesia. Akun twitter @pangeransiahaan

(a2s/roz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed