PSSI Menduga Ada Tekanan Di Balik Permintaan KLB

PSSI Menduga Ada Tekanan Di Balik Permintaan KLB

Amalia Dwi Septi - Sepakbola
Selasa, 03 Mei 2016 23:06 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PSSI menanggapi dingin keinginan para pemilik suara untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Federasi sepakbola Indonesia itu menduga ada tekanan di balik permintaan itu.

Sebanyak 87 pemilik suara di PSSI yang menamai diri Kelompok 85 mendesak kepada PSSI untuk segera menggelar KLB. Kelompok itu dipimpin oleh Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Sebagai buktinya, mereka menyerahkan surat yang berisi tanda tangan masing-masing anggota yang menginginkan KLB.

Sekjen PSSI, Azwan Karim, yang langsung menerima surat tersebut menduga bahwa ada tekanan di balik permintaan KLB tersebut. Sebab beberapa waktu lalu, PSSI menerima laporan bahwa anggotanya menolak KLB. Hal itu disebutnya akan didalami lebih dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu kami menerima 480 surat pernyataan dari klub anggota PSSI, bahwa mereka menolak KLB. Bahkan dalam pertemuan 34 Asprov PSSI, pertengahan Maret lalu, juga ada Deklarasi Jakarta, yang isinya juga menolak KLB," kata Azwan.

"Jadi kalau sekarang tiba-tiba ada permintaan dari 85 pemilik suara seperti yang disebutkan, ini ada apa? Itu yang nanti akan kami telusuri untuk memutuskan satu per satu surat itu valid atau tidak meminta KLB,"

Untuk mencari kebenarannya, Azwan mengaku akan melakukan verifikasi terhadap para pemilik suara tersebut. Bahkan, PSSI tak segan berkomunikasi langsung kepada mereka.

"Sekarang biarkan kami bekerja untuk meneliti satu per satu surat permintaan ini. Bahkan kami akan mewawancarai dengan memanggil pemilik suara satu per satu untuk mencocokkannya."

Sebelumnya, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa permintaan KLB ini bukanlah paksaan, tetapi murni keinginan dari anggota PSSI untuk perbaikan sepakbola Indonesia.

"Ini tidak main-main, bukan Umuh yang minta, tapi anggota PSSI. Kami tidak ingin menyakiti siapapun, tapi kami ingin sepakbola Indonesia bisa normal kembali," kata Umuh.

(ads/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads