Bertamu ke Cornella El-Prat, Rabu (28/2/2018) dinihari WIB, Madrid tumbang 0-1 lewat gol Gerard Moreno di menit-menit akhir. Ini adalah kekalahan pertama Madrid dari Espanyol sejak 2007 di La Liga, atau setelah sembilan kemenangan berturut-turut.
Hasil ini menggagalkan Madrid mendekati Atletico Madrid di urutan kedua. Saat ini Madrid masih terpaku di posisi ketiga dengan 51 poin, tertinggal tujuh poin dari rival sekotanya itu. Los Blancos bahkan mungkin melorot ke urutan keempat, apabila Valencia yang cuma berjarak dua poin, bisa mengalahkan Athletic Bilbao nanti malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan ini cukup mengejutkan karena Madrid telah berhasil menciptakan momentum positif usai ditekuk Villarreal, Januari. Madrid tidak terkalahkan di tujuh pertandingan berikutnya di liga, termasuk mendulang empat kemenangan beruntun.
"Kami tak mau lempar handuk untuk liga," kata Varane di Marca. "Kami kurang konsisten. Hal ini sering kami alami, tidak ada penjelasan yang jelas. Kami bermain bagus di babak pertama, setelah itu semuanya menurun. Kami tidak bermain bersama-sama. Babak kedua buruk sekali," aku pemain internasional Prancis itu.
"Kupikir ini tidak terpengaruh dengan pertandingan melawan PSG, karena kadang-kadang kami mampu tampil dengan permainan terbaik dan di hari lain kami bermain sangat buruk."
Performa loyo Madrid cukup kontras dengan performanya di Liga Champions. Dari tujuh pertandingan yang suda dilalui, Madrid hanya sekali kalah dari Tottenham Hotspur di fase grup bahkan kini satu kaki di perempatfinal setelah mengalahkan Paris St. Germain 3-1 di leg pertama babak 16 besar.
"Ini bukan soal hari buruk atau hari baik, kadang-kadang kami bermain bagus sebentar lalu bermain buruk. Ini tidak ada penjelasannya," sambung Varane.
"Kami bermain dengan seluruh usaha dan fokus kami. Aku selalu ingin bernebah, ketika kami kalah kami bisa memperbaiki diri sendiri."
(rin/krs)











































