Imbas dari tak diakuinya LPI sebagai liga resmi di Indonesia adalah setiap pemain yang bermain di dalamnya tak akan bisa dipanggil oleh timnas Indonesia. Hal ini berimbas pada Irfan Bachdim, yang merupakan anggota timnas di Piala AFF 2010, dan Kim Jeffrey Kurniawan. Keduanya adalah pemain Persema Malang.
Atas keputusan tersebut, kubu LPI pun sampai berniat menempuh jalur hukum supaya Irfan dan Kim mendapatkan hak mereka untuk bermain di timnas. Alasan lainnya, kubu LPI mengaku sudah mendapatkan "restu" dari Menpora Andi Mallarangeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus teranyar terjadi pada skuad Pra-Olimpiade, di mana seorang pemain yang sempat diklaim milik Tangerang Wolves, Muhammad Ridwan, dipanggil timnas. Kendati demikian, dalam daftar yang dirilis di situs PSSI, Ridwan tercantum sebagai pemain Persita Tangerang.
Mengaku tak mau menghalangi cita-cita pemainnya untuk bermain di timnas, Wolves akhirnya memilih untuk merelakannya menjadi pemain Persita. "Biarlah dia menjadi pemainnya Persita," ujar Akmal Marhali kepada detikSport.
Akmal kemudian mengomentari persoalan dilarangnya pemain-pemain LPI untuk memperkuat timnas Indonesia. Baginya, ini hanyalah sentimen PSSI saja, dan tidak seharusnya para pemain kehilangan hak memperkuat timnas.
"Saya pikir, ini hanya masalah sentimen PSSI saja. Lihat saja Irfan Bachdim sampai tak bisa bermain di timnas."
"Nanti kalau di LPI mainnya bagus, saya pikir dia bisa bermain lagi di timnas," tukasnya.
Sejauh ini belum ada pemecahan mengenai masalah pemanggilan pemain LPI ke timnas. Yang jelas PSSI masih teguh dengan pendiriannya.
(roz/mrp)










































