DetikSepakbola
Kamis 15 Februari 2018, 07:25 WIB

PSG Selalu Saja Begini

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
PSG Selalu Saja Begini Foto: Sergio Perez/REUTERS
FOKUS BERITA: Real Madrid Bungkam PSG
Madrid - Paris Saint-Germain mengawali dengan menjanjikan laga tandang ke Real Madrid, tapi pada akhirnya takluk 1-3. Adrien Rabiot kesal timnya akhirnya selalu kandas.

PSG unggul lebih dulu saat bertandang ke Santiago Bernabeu, Kamis (15/2/2018) dinihari WIB pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Rabiot membawa mereka memimpin di menit ke-33.

[Gambas:Video 20detik]


Tapi skor kembali berimbang saat Cristiano Ronaldo mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-45. Situasi berbalik untuk PSG, setelah Madrid mencetak dua gol di menit-menit akhir: Ronaldo di menit ke-83 dan Marcelo di menit ke-86.

Madrid memang lebih banyak mengancam sepanjang 90 menit. Mereka punya delapan tembakan tepat target dan empat lainnya melenceng/melambung. Sementara PSG tak terlalu buruk, dengan empat percobaan tepat target dan empat lainnya gagal menemui sasaran.

Rabiot kecewa berat dengan hasil ini karena menilai timnya sempat dalam posisi bagus dan punya sejumlah peluang yang harusnya bisa dijadikan gol. Lebih dari itu, dia kesal karena PSG selalu merasakan dalam posisi bagus tapi pada akhirnya kandas.

Di perempatfinal Liga Champions 2013/2014, PSG menang 3-1 atas Chelsea di kandang pada leg pertama. Tapi Les Parisiens kemudian membuang keuntungan itu usai kalah 0-2 di leg kedua.

Pengalaman serupa yang lebih pahit dirasakan di musim 2016/2017 lalu, ketika keunggulan 4-0 atas Barcelona di leg pertama menguap gara-gara kekalahan 1-6 di leg kedua. Situasinya tak sama persis, tapi Rabiot merasakan nuansa serupa.

"Seperti biasa, kami punya peluang-peluang tapi tak cukup efisien. Ketika kami berhadapan dengan tim seperti ini, mereka punya dua atau tiga peluang dan menuntaskannya," kata Rabiot di situs resmi UEFA.

"Saya kecewa karena kami menampilkan permainan yang kami harus mainkan di sini dan memulai dengan baik, tapi kami kebobolan dua gol di ujung laga. Kami selalu melakukan hal yang sama dan mengatakan hal yang sama, tapi pada akhirnya kami selalu ditaklukkan dengan cara sama."

"Ini mengesalkan dan saya sangat kecewa. Mudah saja untuk mencetak delapan gol melawan Dijon atau mencetak empat atau lima gol di liga, tapi kami harus lebih tajam di laga-laga semacam ini," tandas gelandang 22 tahun ini.
(raw/rin)
FOKUS BERITA: Real Madrid Bungkam PSG
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed