DetikSepakbola
Jumat 14 April 2017, 07:57 WIB

Sangat Kenal Dortmund dan Lingkungannya, Klopp Cemas Betul soal Insiden Ledakan

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Sangat Kenal Dortmund dan Lingkungannya, Klopp Cemas Betul soal Insiden Ledakan Foto: Getty Images News/Maja Hitij
Liverpool - Meski jauh, Juergen Klopp turut dibuat terpukul dengan insiden ledakan yang menimpa Borussia Dortmund. Sebab dia tahu benar lingkungan Die Borussen.

Skuat Dortmund diguncang insiden ledakan saat berangkat dari hotel tim menuju ke stadion Signal Iduna Park, untuk melakoni laga leg pertama perempatfinal Liga Champions kontra AS Monaco, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB.

Bus tim yang mereka tumpangi dihantam tiga ledakan, bersumber dari bom yang disembunyikan di pagar. Beruntung bagi Dortmund ledakan itu tak terlalu membahayakan.

Marc Bartra menjadi satu-satunya korban, dengan mengalami luka di pergelangan tangan dan patah tulang pengumpil. Meski demikian, guncangan psikologis akibat kejadian itu jelas dirasakan seluruh anggota tim.

Laga tersebut pada prosesnya ditunda ke Rabu (12/4) malam WIB, dengan Dortmund menelan kekalahan 2-3 dari Monaco. Yang kemudian disoroti adalah keputusan UEFA untuk menggelar laga kurang dari 24 jam setelah insiden itu. Dortmund sendiri juga mengkritik UEFA karena tak berkonsultasi dengan mereka terkait perubahan jadwal tersebut.

Insiden itu turut membuat ngeri Klopp, yang pernah tujuh tahun menangani Dortmund sebelum melatih Liverpool saat ini. Sebagian dari skuat saat ini masih dikenalnya dan lingkungan hotel tim juga masih amat akrab dengan ingatannya.

"Saya tidak merasa apa yang saya katakan terlalu penting. Semua orang bisa membayangkan itu adalah momen sulit untuk saya, karena saya tak tahu lagi seberapa sering saya di hotel tim bersama Dortmund," ujar Klopp dikutip Sky Sports.

"Saya tahu persis jalannya. Banyak teman saya ada di bus itu. Saya sungguh khawatir, turut merasa takut atas mereka."

"Pada awalnya ada sedikit kelegaan usai mendengar informasi, tapi kemudian Anda mendengar lebih banyak dan Anda tahu situasinya lebih serius. Saya sebelumnya menjalin kontak dengan orang-orang di sana, tapi saya tak mau mengganggu mereka dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh saya."

"Saya ketika itu juga menunggu-nunggu kabarnya, bersama orang-orang di seluruh dunia," tandasnya.
(raw/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed