Apa Arti Gesture X Wasit saat Vinicius Lapor Jadi Korban Rasisme?

Apa Arti Gesture X Wasit saat Vinicius Lapor Jadi Korban Rasisme?

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 18 Feb 2026 10:00 WIB
LISBON, PORTUGAL - FEBRUARY 17:  Vinícius Júnior of Real Madrid (L) reacting to racist abuse from fans, Nicolás Otamendi (R) gestures during the UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off First Leg match between SL Benfica and Real Mad
Foto: Getty Images/Sports Press Photo
Lisbon -

Ini rupanya makna gesture X dari wasit usai Vinicius Jr melapor jadi korban tindakan rasisme. Gesture tersebut menunjukkan bahwa protokol anti rasisme diaktifkan.

Real Madrid menang 1-0 atas Benfica pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 berlangsung di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026). Gol tunggal kemenangan El Real lahir lewat gol indah Vinicius Jr.

Sempat terjadi insiden usai Vinicius melakukan selebrasi golnya. Ia beradu mulut dengan pemain Benfica Gianluca Prestianni. Vinicius melaporkan ke wasit, Francois Letexier, bahwa Prestianni mengejeknya monyet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vinicius kemudian menolak bermain karena tindakan rasisme dari Prestianni. Wasit lalu memberi isyarat huruf X ke ofisial pertandingan. Laga setelah itu dihentikan untuk sementara.

ADVERTISEMENT

Apa maksud gesture X yang diberikan wasit?

Gesture X berarti bahwa protokol anti rasisme diaktifkan. Protokol ini awalnya dikembangkan oleh Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) dan LaLiga pada 2024. Hal tersebut karena tindakan rasisme di sepakbola Spanyol terbilang tinggi termasuk Vinicius beberapa kali menjadi korban.

Protokol ini lalu diadopsi oleh FIFA untuk digunakan di seluruh dunia. Protokol ini diberlakukan agar wasit dan pemain bisa mengambil tindakan cepat saat terjadi tindakan rasisme di pertandingan.

Gesture huruf X tak hanya bisa dilakukan oleh wasit tapi juga pemain. Pemain melakukan gesture huruf X untuk memberi tahu ke wasit bahwa ada tindak rasisme.

Jika protokol antirasisme diaktifkan wasit akan mengambil tiga langkah. Pertama, ia akan menghentikan laga sementara hingga tindakan rasisme berakhir.

Langkah kedua akan diambil wasit saat tindak rasisme masih terjadi setelah laga dilanjutkan dari langkah pertama. Wasit akan meminta untuk laga ditunda dan mengarahkan penggawa kedua tim masuk ke ruang ganti.

Ketika situasi tak kunjung kondusif, wasit berhak mengambil langkah ketiga yaitu membatalkan laga.

"Dengan menyilangkan tangan di pergelangan tangan, para pemain dapat memberi sinyal langsung kepada wasit bahwa mereka menjadi sasaran pelecehan rasis, sehingga mendorong wasit untuk memulai prosedur tiga langkah anti-diskriminasi," bunyi penjelasan FIFA terkait protokol antirasis.

Letexier yang memimpin Benfica vs Madrid hanya menjalankan langkah pertama. Hal tersebut karena situasi bisa kembali terkendali. Benfica vs Madrid kembali dilanjutkan usai 10 menit dihentikan.

(pur/pur)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads