Sneijder Sebut Madrid Bodoh Gegara 'Rusuh' di Liga Champions

Sneijder Sebut Madrid Bodoh Gegara 'Rusuh' di Liga Champions

Randy Prasatya - Sepakbola
Jumat, 17 Apr 2026 20:20 WIB
Real Madrid players protest to referee after the UEFA Champions League 2025/26 Quarter-Final Second Leg match between FC Bayern MΓΌnchen and Real Madrid CF at Football Arena Munich on April 15, 2026 in Munich, Germany. (Photo by Jose Breton/Pics Acti
Aksi protes pemain Real Madrid ke wasit. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Pemain Real Madrid meluapkan protes yang sangat keras setelah tersingkir di Liga Champions. Wesley Sneijder melontarkan kecaman.

Madrid tandang ke markas Bayern Munich di leg kedua perempatfinal Liga Champions. Bertanding di Allianz Arena, Munich, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB, Los Blancos kalah 3-4 dan tersingkir dengan agregat 4-6.

Dalam pertandingan tersebut, Madrid sempat unggul 3-2 sampai babak kedua. Namun, mereka kemudian harus kehilangan Eduardo Camavinga yang mendapat kartu merah pada menit ke-86.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalah jumlah pemain, Madrid lantas kebobolan dua gol di sisa waktu pertandingan. Los Blancos lantas tersingkir dengan kalah agregat 4-6.

ADVERTISEMENT

Para pemain Madrid kemudian berkerumun di sekitar wasit yang hendak meninggalkan lapangan. Hal itu berbuntut kartu merah untuk Arda Guler.

"Itu seharusnya tidak terjadi di level ini. Ini bodoh. Kita semua mengharapkan perpanjangan waktu. Anda bisa melihatnya di kedua tim," kata pemain internasional Belanda itu kepada Ziggo Sport.

"Tidak dapat dipahami mengapa dia (Camavinga) melakukan pelanggaran itu padahal sudah mendapat kartu kuning," mantan pemain Real Madrid itu melanjutkan.

"Ada sesuatu yang sama sekali tidak saya mengerti: mengapa mereka marah pada wasit padahal yang seharusnya mereka lakukan adalah pergi ke ruang ganti dan berbicara dengan Camavinga, bukan wasit," tegasnya.




(ran/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads