Klub Serie A Kesulitan di UCL, Pirlo: Pemain Terbaik Tidak Lagi ke Italia

Klub Serie A Kesulitan di UCL, Pirlo: Pemain Terbaik Tidak Lagi ke Italia

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Jumat, 29 Mei 2026 13:20 WIB
MILAN, ITALY - FEBRUARY 24: Marcus Thuram of FC Internazionale reacts after Hakon Evjen of Bodo/Glimt scores his teams second goal during the UEFA Champions League 2025/26 League Knockout Play-off Second Leg match between FC Internazionale Milano an
Inter Milan masih menjadi klub Italia terakhir yang juara Liga Champions pada 2010 (Foto: Getty Images/Ciancaphoto Studio)
Jakarta -

Andrea Pirlo bicara soal tim-tim Serie A yang sulit bersaing di Liga Champions. Mantan gelandang AC Milan itu membeberkan kekurangan sepakbola Italia menurutnya.

Inter Milan masih menjadi klub Serie A terakhir yang juara Liga Champions. Nerazzurri meraih 'Si Kuping Besar' pada 2010.

Inter juga dua kali menembus final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir, tapi harus puas jadi runner-up. Musim ini, klub-klub Serie A bahkan sudah rontok di babak 16 besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pirlo menilai ada banyak kekurangan dalam sepakbola Italia saat ini. Ia juga tidak menampik klub-klub Italia kalah dalam kekuatan finansial.

ADVERTISEMENT

"Semuanya, termasuk mentalitas untuk memainkan sepakbola yang berbeda," ujar Pirlo dalam wawancara dengan Gazzetta.

"Kalau Anda lihat ke tim-tim yang lolos ke final, mereka selalu memainkan sepakbola menyerang. Jelas mereka juga bisa melakukan investasi yang tidak mampu kita lakukan. Dulu, pemain-pemain terbaik biasanya datang ke Italia, sekarang mereka ke tempat lain. Inilah perbedaannya."

"Kita harus membuat aturan untuk mendorong klub agar berinvestasi. Sayangnya kita juga gagal ke Piala Dunia tiga kali beruntun, dan tidak ada yang berubah," katanya.




(nds/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads