Steven Gerrard mengkritik teknik dari Eberechi Eze dalam mengeksekusi penalti. Teknik Eze yang berhenti dulu sebelum menendang membuatnya ragu-ragu.
Arsenal gagal meraih gelar Liga Champions pertamanya. Arsenal kalah 3-4 dari Paris Saint-Germain lewat adu penalti pada final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026).
Laga harus dituntaskan di adu penalti usai imbang 1-1 selama 120 menit. The Gunners sempat unggul dulu lewat gol cepat Kai Havertz di menit kelima. PSG menyetarakan angka dari penalti Ousmane Dembele di menit ke-64.
Pada babak adu penalti, hanya satu penendang PSG yang gagal yaitu Nuno Mendes. Les Parisiens menang usai dua penendang Arsenal, Eberechi Eze dan Garbriel Magalhaes tak mampu bikin gol.
Baca juga: Arsenal Memang Niat Main Bertahan Karena... |
Kegagalan Eze bikin gol di adu penalti dikritik oleh dua mantan pemain Timnas Inggris, Steven Gerrard dan Owen Hargreaves. Keduanya menyoroti teknik Eze dalam mengeksekusi penalti. Keduanya mengungkapkan hal tersebut saat siaran dengan TNT Sports.
Saat melakukan ancang-ancang untuk menendang, Eze berhenti beberapa saat sebelum melepas tembakan. Eksekusinya melebar ke sisi kanan gawang PSG.
Gerrard menilai Eze harusnya langsung saja menendang dengan keras. Menurutnya, tekanan di laga final bikin pemain tak boleh ragu dalam mengeksekusi penalti.
"Pikirkan tentang besarnya pertandingan, stadion, atmosfernya, itu sudah cukup sulit tanpa semua omong kosong itu. Tendang dengan keras, percayai teknik Anda," ujar Gerrard dikutip dari TNT Sports.
Hargreaves sepakat dengan pendapat Gerard. Ia merasa teknik penalti Eze membuat tekanan untuknya jadi lebih besar. Teknik penalti Eze rawan bikin penendang jadi ragu-ragu jika kiper tak bergerak lebih dulu.
"Saya tidak pernah menyukai awalan seperti itu, saya pikir itu membuat Anda tertekan," ungkap Hargreaves menambahkan.
"Saya lebih suka pemain memilih sudut gawang dan menendangnya dengan keras. Cara itu, bisa menimbulkan keraguan dalam pikiran Anda sendiri jika kiper tidak bergerak," jelasnya.
Baca juga: Arteta ke Arsenal: Nikmati Rasa Sakitnya |
(pur/krs)