DetikSepakbola
Rabu 28 Desember 2016, 12:23 WIB

Operator Kompetisi yang 'Pendiam' di Dunia Maya

Narayana Mahendra Prastya - detikSport
Operator Kompetisi yang Pendiam di Dunia Maya Foto: ist (ISC/PT GTS)
Jakarta - Kompetisi olahraga professional di Indonesia acapkali dirundung masalah. Namun operator kompetisi cenderung menjadi 'pendiam' saat masalah menimpa. Padahal, operator kompetisi memiliki media berbasis internet. Namun, media tersebut seakan hanya menjadi pajangan.

Di masa sekarang, pada umumnya organisasi memiliki akun resmi media berbasis internet, entah itu dalam bentuk website resmi, akun mikroblogging (misal Twitter), akun berbagi (misalkan YouTube atau Instagram), atau akun jejaring pertemanan (misal Facebook). Melalui akun-akun tersebut, organisasi dapat mengomunikasikan dengan cepat informasi-informasi yang berkaitan dengan kepentingan mereka. Melalui akun-akun tersebut pula, organisasi dapat memberikan informasi secara cepat dan detil.

Sejumlah operator kompetisi memanfaatkan internet guna menunjang komunikasi, seperti melalui website dan akun sosial media. Untuk website misalkan iblindonesia.com (kompetisi basket IBL Indonesia), indonesiansc.com (kompetisi ISC A/TSC dan ISC B), ligaindonesia.co.id (kompetisi ISL dan Divisi Utama), dan lain-lain. Penggunaan akun media sosial pun sudah dipandang serius oleh operator kompetisi, terbukti dengan adanya akun operator kompetisi yang sudah terverifikasi (misal @iscgelora milik PT Gelora Tri Semesta).

Operator Kompetisi yang 'Pendiam' di Dunia MayaFoto: ist (screen shot)


Secara umum operator kompetisi menggunakan website dan sosial media untuk memublikasikan informasi-informasi dan melakukan engagement dengan followers. Untuk website resmi, pada umumnya adalah pratinjau dan berita mengenai pertandingan. Beberapa informasi dihiasi dengan bahasa yang catchy. Misalnya website resmi PT Liga Indonesia (www.ligaindonesia.co.id) dan PT GTS (www.indonesiansc.com) yang hampir selalu menampilkan julukan klub di judul berita mereka. Selain informasi seputar pertandingan, website juga dilengkapi dengan data-data seputar tim, pemain, daftar sanksi, dan lain-lain.

Bagaimana dengan akun media sosial? Akun twitter resmi kompetisi misalkan, digunakan untuk melakukan livetweet pertandingan. Apabila tidak ada pertandingan, akun twitter tersebut digunakan untuk berbagi informasi-informasi semacam "Did You Know", informasi dengan tautan ke situs resmi operator, atau me-retweet informasi dari klub. Tidak jarang juga membuka interaktif dengan follower, seperti mengajak berbagi pengalaman, kuis trivia, dan sebagainya.

Lambat dalam Memberikan Pernyataan

Namun kondisinya bisa sangat berbeda ketika terjadi masalah, misal saat muncul persoalan tentang jadwal serta lokasi pertandingan yang sering berubah-ubah secara mendadak dan pertanyaan mengenai nasib kompetisi. Ketika masalah tiba, operator kompetisi cenderung menjadi 'pendiam' di dunia maya. 'Diam' dalam arti tidak segera memberikan respons—atau malah tidak memberikan respons sama sekali.

Contohnya, menjelang kompetisi Indonesian Basketball League (IBL Indonesia) 2017, muncul banyak pertanyaan mengenai kontestan dan kejelasan nasib kompetisi karena tidak adanya pra-musim

[Baca Juga: Perbasi Pastikan Kompetisi IBL Musim Depan Tetap Bergulir]

Namun tidak ada sama sekali penjelasan mengenai isu yang terjadi. Informasi terakhir yang ada di website www.iblindonesia.com mengenai Perbasi Cup, sementara tiga cuitan terakhir di linimasa @iblindonesia menjelaskan tentang draft pemain, informasi terkini tentang manajemen salah satu tim peserta, dan mempromosikan Asian Games 2016 (data hingga 25 Desember 2016)

Contoh lain adalah lambatnya pernyataan resmi PT GTS berkaitan dengan perubahan lokasi dan waktu final ISC B, yang semula berlangsung di Solo tanggal 17 Desember menjadi di Jepara tanggal 22 Desember. Yang 'unik', PT GTS dalam akun twitter-nya malah lebih dahulu me-retweet cuitan dari akun twitter PSS Sleman (@PSSleman) sebagai klub finalis, mengenai pemindahan dan perubahan lokasi (Catatan untuk redaksi : lihat file PDF). Dalam cuitannya, @PSSleman menyertakan foto surat resmi dari GTS (tertanggal 19 Desember 2016) mengenai perubahhan jadwal dan lokasi.

Operator Kompetisi yang 'Pendiam' di Dunia MayaFoto: ist (screen shot)


PT GTS justru baru memberikan informasi melalui akun twitter resmi-nya--yang sudah verified account itu-- sekitar dua hari setelah meretweet dari akun PSS Sleman. PT GTS juga baru memberikan pernyataan resmi di website www.indonesiansc.com tentang perubahan waktu dan lokasifinal ISC B pada 20 Desember 2016, pukul 22:28 WIB (Usai Diundur, Lokasi Final ISC B 2016 Pun Digeser). Pernyataan resmi ini berjarak satu hari dari GTS merilis surat resmi berkaitan dengan pemindahan dan perubahan venua. Pertanyaannya, mengapa harus sampai menunda selama sekitar 24 jam?

Antara Cepat Tanggap dan Terburu-buru

Apabila isu yang terjadi dibiarkan berkembang, maka dapat menjadi krisis. Krisis secara umum adalah peristiwa-peristiwa yang mengganggu organisasi dalam mencapai tujuannya. Krisis dapat menimbulkan kerugian dari organsasi, baik itu secara finansial hingga reputasi organisasi.

Dalam situasi krisis, arus informasi menjadi semakin kencang. Secara kuantitas, informasi meningkat. Tetapi secara kualitas, belum tentu. Berbagai macam informasi bercampur, mulai dari informasi yang keliru, yang sengaja disebarkan untuk memperkeruh situasi, atau informasi yang memang mengandung kebenaran. Terlebih lagi di era internet seperti saat ini. Organisasi harus adu cepat dengan informasi-informasi yang menyebar melalui media sosial.

Kondisi ini menuntut operator kompetisi melakukan counter informasi dengan cara sesegera mungkin memberikan klarifikasi. Namun dari beberapa contoh, operator kompetisi malah cenderung 'diam', dalam arti tidak memberikan pernyataan dengan segera -- atau malah tidak memberikan pernyataan sama sekali.

Ketika sebuah organisasi cenderung memilih diam dalam situasi krisis, maka publik akan menilai organisasi tersebut tidak mampu mengendalikan situasi yang terjadi. Terlepas dalam diam tersebut organisasi melakukan sebuah hal untuk mencari solusi, namun pilihan untuk 'tutup mulut' bukanlah keputusan yang baik. Pasalnya, memberikan penjelasan kepada publik (berkomunikasi) di situasi krisis merupakan hal yang penting. Komunikasi ibaratnya "darah kehidupan" dalam situasi krisis (Kyhn, 2008).

Keberadaan internet sebenarnya dapat membantu organisasi untuk memberikan informasi dengan segera, dalam situasi yang 'critical dan challenging' (Dewa Broto, 2014). Salah satu ciri-ciri dari internet adalah responsif, yang berkaitan dengan kecepatan dalam menanggapi berbagai informasi yang masuk dari publik (Gustaven dan Tilley, 2003).

Namun ada kalanya kegagalan membedakan 'cepat tanggap' dengan 'buru-buru' juga dapat merugikan organisasi. Sebagai contoh ketika kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) melalui website resmi-nya telah mengumumkan kompetisi putaran kedua ditunda hingga batas waktu yang belum ditetapkan. Pengumuman itu berdasarkan surat bernomor 030/LPI/PJ/VII/2011 tanggal 26 Juli 2011 yang ditandatangani general manager liga, Arya Abhiseka.Namun kemudian pengumuman itu dihapus. Kala dikonfirmasi wartawan, juru bicara LPI Abi Hasantoso mengatakan pernyataan yang ada di website LPI tersebut menggunakan data yang salah dan menegaskan bahwa putaran kedua masih sesuai dengan jadwal. (LPI bantah penundaan putaran kedua, detikSport, 28 Juli 2011 , 00:11 WIB). Tentunya pernyataan ini mengesankan bahwa terjadi koordinasi dalam diri operator kompetisi tidak bagus. Ada kesan mereka tidak siap dalam menghadapi situasi seperti ini.

Catatan Penutup

Operator kompetisi masih memiliki kekurangan dalam memaksimalkan potensi media berbasis internet yang mereka punya. Operator kompetisi begitu aktif saat memberikan informasi melalui dunia maya mengenai hal-hal yang positif, tetapi kemudian mendadak senyap ketika masalah terjadi.

Manajemen operator kompetisi perlu memahami, bahwa dengan menjelaskan persoalan melalui media berbasis internet, mereka mendapatkan keuntungan. Misalnya, dapat meminimalkan risiko pernyataan yang mereka sampaikan 'salah dikutip oleh media'. Dengan memposting pernyataan resmi berkaitan dengan sebuah masalah di website atau media sosial, publik bisa langsung mengecek sendiri, bagaimana sesungguhnya pernyataan utuh si operator kompetisi.

Agar potensi internet dapat maksimal, internal dari operator kompetisi perlu melakukan beberapa penyesuaian. Misalkan, perlu ada koordinasi yang lebih baik antara jajaran pengambil keptusan (misalkan CEO, direktur kompetisi, dll) dengan bagian yang mengelola media berbasis internet. Tujuannya agar segala keputusan bisa segera disampaikan.

Selain itu antara jajaran pengambi keputusan dengan pihak hubungan masyarakat (humas) operator kompetisi juga perlu memiliki koordinasi yang baik. Humas operator kompetisi sebaiknya tidak hanya menyampaikan pesan-pesan yang positif saja, tetapi juga perlu menyampaikan berbagai respons dari masyarakat, persoalan-persoalan yang terjadi, kepada para pengambl keputusan. Tentunya untuk mewujudkan hal tersebut, jajaran pengambil keptuusan juga harus bersikap terbuka.


=========

Penulis adalah dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta



Referensi
Dewa Broto, G.S (2014) The PR : Tantangan Public Relations di ERa Keterbukaan Informasi. Jakarta : Gramedia

Kyhn, H.S (2008) Situational Crisis Communication Theory: Its Use in A Complex Xrisis with Scandinavian Airlnes' Grounding of Dash 8-Q400 Airlines. URL: http://pure.au.dk/portal-asb-student/files/3900/Helene_Stavem_Kyhn-_Master_Thesis.pdf

Gustavsen, P.A. & Tilley, E (2003) Public RElations Communication Through Corporate Websitess: Towrds an Understanding of The Roe of Interactivity. URL: http://praxis.massey.ac.id
(din/krs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
  • Donnarumma Dibela Ronaldo

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 16:26 WIB Saga masa depan kiper muda AC Milan Gianluigi Donnarumma masih terus bergulir. Mantan pemain Milan, Ronaldo Luiz Nazario, membela Donnarumma.
  • Jelang Piala Konfederasi

    Misi La Roja Hentikan Ronaldo

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 14:28 WIB Cristiano Ronaldo akan jadi ancaman terbesar Chile saat menghadapi Portugal. Pelatih Chile Juan Antonio Pizzi sudah punya rencana untuk menetralkan Ronaldo.
  • Chelsea Cari Bek Baru, Zouma Tetap Bertahan

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 13:20 WIB Chelsea sedang mencari bek baru di bursa musim panas. Kurt Zouma tidak terpengaruh karena masih ingin memperjuangkan posisinya untuk musim depan.
  • Soal Mbappe, Perez Percaya Rencana Zidane

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 07:54 WIB Pemain AS Monaco, Kylian Mbappe, dikabarkan menjadi incaran Real Madrid. Presiden El Real, Florentino Perez, percaya dengan rencana Zinedine Zidane soal Mbappe.
  • Valverde Sedang Amati Pemain-Pemain La Masia

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 06:48 WIB Barcelona terkenal mempunyai akademi pemain yang bagus, La Masia. Pelatih baru Los Cules, Ernesto Valverde, disebut sedang mengamati pemain-pemain akademi.
  • Banega Kembali ke Sevilla

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 06:36 WIB Ever Banega cuma semusim memperkuat Inter Milan. Gelandang asal Argentina itu pulang lagi ke klub lamanya, Sevilla.
  • Dani Alves Tinggalkan Juve Bukan karena Uang

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 05:49 WIB Dani Alves mengucapkan salam perpisahan kepada Juventus. Dalam suratnya, Alves juga membantah kepergiannya karena tawaran gaji yang lebih besar.
  • Alexis Sanchez Fokus Penuh ke Chile

    Sepakbola | Rabu 28 Juni 2017, 00:18 WIB Masa depan Alexis Sanchez di Arsenal sedang dispekulasikan. Dia yang sedang berlaga di Piala Konfederasi, fokus penuh membela tim nasional Chile.
  • Pujian Asensio untuk Donnarumma

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 23:32 WIB Marco Asensio memberi sanjungan untuk kiper asal Italia, Gianluigi Donnarumma. Dia dinilai sebagai penjaga gawang yang luar biasa.
  • 'Mourinho Bukan Sosok yang Tepat untuk MU'

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 22:40 WIB Jose Mourinho sudah meraih kesuksesan besar di musim pertama bersama Manchester United. Tapi, dia tetap dinilai tak tepat untuk The Red Devils.
  • Piala Konfederasi

    Ketajaman Ronaldo Tak Bikin Jerman Takut

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 22:20 WIB Ketajaman Cristiano Ronaldo saat ini tentu sudah bikin lawan merasa cemas. Namun, Timnas Jerman tidak merasa demikian jika akhirnya harus bertemu Portugal.
  • Emre Can Tak Sabar Main Bareng Salah

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 19:12 WIB Bergabungnya Mohamed Salah dengan Liverpool disambut begitu hangat oleh Emre Can. Gelandang Liverpool itu tidak sabar lagi untuk bermain bersama Salah.
  • Jalan Victor Wanyama yang Hanya Berumur Sehari

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 18:02 WIB Nama gelandang tangguh Kenya dan Tottenham Hotspur, Victor Wanyama, dijadikan nama jalan. Namun, jalan Victor Wanyama itu hanya bertahan seumur jagung.
  • Jelang Piala Konfederasi

    Vidal: Bagiku Ronaldo Tidak Ada

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 15:09 WIB Ada urusan yang belum selesai di antara Arturo Vidal dengan Cristiano Ronaldo. Atmosfer panas dijamin akan menyelimuti duel Chile kontra Portugal.
  • Cinta dan Ironi Paolo Maldini

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 12:28 WIB Mengingat kembali mantan kapten AC Milan dan timnas Italia, Paolo Maldini. Maldini memiliki karier yang cemerlang, tapi juga tak luput dari ironi.
  • Lyon Berhasrat Boyong Mariano Diaz dari Madrid

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 10:37 WIB Penyerang muda Real Madrid Mariano Diaz berpotensi hijrah ke Liga Prancis di musim depan. Olympique Lyon memastikan bahwa mereka tertarik mendatangkan Mariano.
  • Milan Masih Sabar Menunggu Donnarumma

    Sepakbola | Selasa 27 Juni 2017, 07:15 WIB AC Milan masih akan menunggu keputusan Gianluigi Donnarumma terkait masa depan. Rossoneri bilang bahwa Donnarumma memang pantas diberi waktu melakukan refleksi.