DetikSport
Senin 02 April 2012, 18:09 WIB

Pelatnas Karate untuk SEA Games Mulai Dilakukan

- detikSport
Jakarta - PB FORKI (Federasi Olahraga Karate Indonesia) mulai mempersiapkan para atletnya untuk SEA Games XXVII di Myanmar pada 2013 mendatang. Pelatnas menjadi salah satu bentuk persiapannya, meski aktivitas itu dilakukan tanpa dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Pelatnas sejak dini tersebut dilakukan guna mewujudkan target juara umum pada Sea-Games 2013 Myanmar, sebagaimana dikatakan Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji saat secara resmi membuka pelatnas SEA Games XXVII di Hall C Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2\/4\/2012).

\\\"Kami harus mempersiapkan diri lebih dini. Karena persaingan di Myanmar akan lebih ketat ketimbang di Indonesia,\\\" ujarnya.

Sebanyak 36 atlet akan mengikuti pelatnas di Jakarta melalui empat tahap dengan sistem promosi dan degradasi yang berlaku per lima bulan. Nantinya, atlet yang tidak bisa mengikuti materi secara otomatis akan dicoret dan digantikan dengan atlet yang lebih baik.

Selain pelatnas, persiapan lain untuk para karateka Indonesia adalah dengan mengikuti kejuaraan dunia WKF (World Karate Federation) Premier League di Jakarta, 23-24 Juni mendatang, yang diikuti oleh 80 negara.

\\\"Kita patut bangga Indonesia mendapat kepercayaan WKF untuk menggelar kejuaraan bergengsi ini. Karena itu, kami akan bekerja keras untuk menggelar event tersebut.\\\"

\\\"Setelah itu, hari ini sudah siap pelatnas. jadi kita harus mempersiapkan sebaik-baiknya, karena kita kedatangan tamu dari berbagai negara.\\\" imbuh Hendardji.

Sebagai catatan, karate tampil sebagai juara umum di SEA Games XXVI dengan merebut 10 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Indonesia juga sudah menorehkan dua medali emas melalui nomor Kata beregu putra dan putri di WKF Premier League di Turki, September 2011 lalu.

Tanpa Dana & SK dari KONI<\/strong>

Pada kesempatan yang sama, Hendardji juga mengungkapkan kalau kegiatan pelatnas yang dilakukan oleh PB FORKI dilakukan tanpa dukungan dana dari KONI, yang bahkan juga belum mengeluarkan SK terkait pendanaan. Ia tampak tak habis pikir mengingat Program Indonesia Emas (Prima) sejatinya bisa mengeluarkan anggaran dana secara terus-menerus.

\\\"Walaupun belum ada dukungan dari KONI, saya selaku ketua umum PB Forki mengucapkan terima kasih kepada Dirut Bank BRI yang telah mendukung dan mengantarkan pelatnas dalam persiapan Sea-Games.\\\"

\\\"Program Indonesia Emas itu kan sepanjang tahunan sehingga dana itu harus tetap ada dan bisa dialirkan. Dua minggu yang lalu saya ketemu Ketua KONI katanya akan dikeluarkan, tapi sampai dengan saat ini belum ada SK-nya,\\\" ujar Hendardji.

Padahal, lanjut mantan karateka nasional itu, faktor pendanaan sangatlah penting terlebih jika ingin melakukan ujicoba dan pelatihan di luar negeri. Ia menghitung, selama dua tahun kalkulasi global pendanaan bisa berkisar sampai Rp 20 miliar.

\\\"Try-out dan training camp di luar negeri itu sangat besar sekali dananya. Dalam satu tahun mungkin bisa mencapai 8 kali ke luar negeri,\\\" lugas Hendardji.





(krs/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed