Gaji Pelatih Asing Beberapa Cabang Olahraga Masih Tertunggak

Gaji Pelatih Asing Beberapa Cabang Olahraga Masih Tertunggak

Mercy Raya - Sport
Selasa, 20 Des 2016 14:11 WIB
Gaji Pelatih Asing Beberapa Cabang Olahraga Masih Tertunggak
Foto: Ilustrasi angkat besi (Rengga Sancaya)
Jakarta - Gaji pelatih asing beberapa cabang olahraga (cabor) di Indonesia rupanya tertunggak. Pemerintah, lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga, memberi penjelasan dan berjanji segera membereskan.

Salah satu kasus itu menimpa pelatih cabang angkat besi, Avenas Pandoo. Didatangkan sejak Maret lalu, gajinya saat ini masih tertunggak selama 10 bulan.

"Wah, ini sedang dalam proses. Kontrak sudah dibuat, lalu tandatangan, ya mudah-mudahan segera keluar. Soal jumlah (nominalnya) saya tidak tahu. Ya, belum dapat (gaji). Kemarin itu kontraknya masih pabaliut (awut-awutan). Redaksionalnya, bahasa Inggrisnya dan sebagainya. Itu akibatnya mundur-mundur," kata Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono sat dihubungi detikSport, Selasa (20/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama tiga bulan awal gaji Pandoo ditalangi lebih dulu oleh PABBSI. Sudah sekitar ratusan juta PABBSI menanggung gaji juga akomodasi dari pelatih asing karena untuk pelatih asing pemerintah tidak menyediakan uang akomodasi, melainkan hanya gaji sebesar Rp 60 juta per bulannya. Jumlah itu belum dipotong pajak.

"Ya kami atasi dulu lah. Kan selalu begitu. Kalau tidak kasihan dong. Tapi pemerintah sedang memproses semuanya. Ya mudah-mudahan segera turun. Harapannya sebelum akhir tahun ini lah (dibayarkan) kalau tidak kan kasihan," ujar Joko.

Selain Pandoo, pelatih asing cabor dayung juga mengalami hal yang sama. PB PODSI mengontrak pelatih asing dari Belanda Boudewijn Van Opstal. "Saya tidak tahu pasti berapa bulan gaji pelatih asing yang belum dibayar. Yang pasti, gaji pelatih asing yang dikontrak tahun 2016 belum diselesaikan," kata Manajer Timnas Dayung Budiman Setiawan, seperti dikutip dalam rilis.

Dalam rilisnya, Manajer Tim Karate SEA Games Malaysia 2017 Zulkarnaen Purba juga mengatakan bahwa sampai saat ini gajinya pelatih asingnya belum dibayarkan.

"Sampai sekarang, kita masih saja menunggak pembayaran gaji pelatih asing yang menangani tim karate Indonesia. Pelatih asing yang dikontrak tahun 2016 selama setahun baru dibayar 3 bulan dan sisanya belum diketahui kapan diselesaikan. Begitu juga anggaran uji coba ke Austria," ungkap Zulkarnaen.

"Kita sudah melaporkan masalah tunggakan gaji pelatih asing ke Satlak Prima. Tetapi, kita tidak bisa mendesaknya. Apalagi, kita memahami posisinya Bapak Tjipto (Kasatlak Prima) yang tidak punya kewenangan menyangkut masalah anggaran. Jadi, kita hanya berharap ada perhatian serius dari pemerintah," lanjutnya.

Zulkarnaen berharap seluruh kendala dana bisa secepatnya diatasi sehingga persiapan untuk menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 bisa tercapai sesuai target yang diinginkan pemerintah.

"Ibarat kita disuruh berperang tetapi tidak dibekali dengan senjata. Bagaimana kita bisa mengalahkan lawan yang jauh lebih siap? Bukan hanya cabang olahraga karate saja tetapi cabang olahraga lain yang masuk pelatnas juga berharap Kemenpora segera menyelesaikan kendala dana yang dihadapi. Jadi, kita bisa konsentrasi penuh untuk menjalankan seluruh program yang telah disusun bersama Satlak Prima," ujarnya.

Pemerintah Janjikan Beres pada Januari 2017


Gaji Pelatih Asing Sejumlah Cabang Olahraga Masih TertunggakFoto: Rengga Sancaya

Masalah tersebut langsung direspons Kemenpora, yang mengakui memang ada keterlambatan pembayaran gaji pelatih asing sejumlah cabang olahraga. Kemenpora menjamin hal itu akan selesai pada Januari 2017.

Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), mengatakan tidak tahu persis soal adanya pelatih asing yang tertunggak gajinya sampai 10 bulan. Namun, dia mengakui jika ada keterlambatan pembayaran pelatih-pelatih asing pada dua bulan terakhir.

"Untuk yang dua bulan ada gaji terlambat saya akui. Kalau 10 bulan saya tidak tahu karena saya menjadi KPA mulai Juni 2016. Tapi saya akan cek ke internal Prima. Kalau tidak kasihan (Avenas) Pandoo (pelatih asing angkat besi)," kata Gatot kepada detikSport.

Gatot mengatakan terlambatnya gaji pelatih asing itu disebabkan karena dampak dari dua kali pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat dan pembayaran dana penyiaran Asian Games kepada OCA sebesar 30 juta dolar AS.

"Itu kan dampaknya luar biasa. Tapi kami akan membayarkan (gaji yang terlambat) pada Januari 2017. Surat pun sudah kami siapkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk segera kirim surat. Suratnya ada dua, pertama untuk cabor-cabor terkait, lalu surat kedua kepada pihak kedutaan asing," bebernya.

Dibeberkan Gatot, jika selama satu tahun ini pun pihaknya juga telah membenahi segala informasi yang terkait dengan kontrak para pelatih asing supaya secara administrasi lebih jelas. Dia pun mengimbau kepada para pengurus cabang olahraga segera memberikan laporannya jika memang belum ada pelatihnya yang dibayarkan.

"Pertama kepada cabor pastikan dan laporan kepada kami. Cabor-cabor mana yang pelatih asingnya belum dibayar. Kalau memang dua bulan terakhir yang belum dibayar kami akui," ucap Gatot.

"Kemudian yang kedua, tentu saja sejauh itu biaya untuk cabor-cabor anggarannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, itu kewajiban kami untuk membayar. Poinnya gaji dua bulan yang tertunggak akan kami selesaikan dan dibayar penuh. Rp 60 juta per satu pelatih asing tanpa ada potongan pajak. Seandainya ada potongan pajak tentu akan kami jelaskan," sebutnya.


(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads