Sebab, Pangkalpinang saat ini masih sering diguyur hujan ringan, walaupun durasinya terbilang tidak lama. Perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), juga menyebutkan kalau dalam beberapa hari ke depan ibukota provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini masih akan basah.
"Pastinya saya berharap balapan kering ya. Soalnya rider bisa lebih optimal dalam beraksi. Tapi kalau hujan, ya nggak apa-apa. Kita pasti akan tetap menikmati," ujar Wibi, fans asal Solo yang sudah tiba di Pangkalpinang hari ini, Jumat (3/3/2017).
[Baca Juga: Mengenal MXGP, MotoGP-nya Balapan Motocross]
Pengamat olahraga otomotif asal Italia, Matteo Guerinoni, mengulas lebih rinci perbedaan balapan motocross di trek kering dan becek.
"Secara performa, pasti akan jadi tantangan tersendiri buat setiap crosser jika bertarung di trek yang becek. Speed pasti tidak akan optimal, sehingga lompatannya kurang maksimal, sedangkan aksi jumping paling disenangi penonton. Tapi kalaupun basah, mungkin akan lebih banyak pebalap yang jatuh, dan itu jadi hiburan lain untuk penoton," tutur Matteo.
Itu berarti, idealnya motocross memang berlangsung dalam kondisi kering, walaupun sebenarnya tidak kering-kering amat.
"Kalau terlalu terik pun bisa membuat pebalap kurang nyaman, terutama buat orang Eropa karena buat mereka iklim di Indonesia lebih lembap. Lagi pula, biasanya dalam motocross, beberapa kali trek akan disiram dengan air jika terlalu panas," tambah Matteo.
"Meski demikian, pada prinsipnya, setiap pebalap harus ready dalam kondisi apapun. Itulah profesionalitas."
MXGP Indonesia 2017 akan digelar Sabtu-Minggu ini. (a2s/din)











































