DetikSport
Jumat 21 April 2017, 14:57 WIB

Kartini Olahraga

Yolla Yuliana Relakan Proliga Semusim untuk Gelar Sarjana

Mercy Raya - detikSport
Yolla Yuliana Relakan Proliga Semusim untuk Gelar Sarjana Foto: Grandyos Zafna/detikSport
Jakarta - Yolla Yuliana harus mengambil keputusan sulit awal tahun ini. Yolla dengan berat hari cuti dari voli untuk berfokus menyelesaikan kuliah.

"Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam."

Kalimat itu bukan ide Yolla. Dia menirukan kalimat milik Kartini.

Yolla memaknai kalimat Kartini itu serupa kariernya di voli. Sinar terang pada cabang olahraga itu tak akan selamanya. Dia menyadari karier voli yang membesarkan namanya saat ini memiliki masa pensiun. Bahkan, rentang waktu untuk menjadi pemain profesional tidak panjang.

Agar periode pensiun tidak gelap, Yolla pun terpaksa berhenti dari Proliga 2017. Dia tak lagi memperkuat Jakarta Elektrik PLN. Yolla kembali ke bangku kuliah karena menimbang tak bisa menjalankan dua-duanya ecara bersamaan. Toh, dia hanya perlu menggeber skripsi dan dinyatakan lulus.

"Saya sudah lulus kemarin. Kemarin mengundurkan diri karena mau sidang skripsi jadi supaya lebih fokus," kata alumnus Universitas Bandung Raya jurusan Manajemen ini dalam obrolan dengan detikSport.

Yolla YulianaYolla Yuliana Foto: Grandyos Zafna/detikSport

Meski tidak lulus dengan nilai tertinggi, namun nilai indeks prestasi Yola lumayan bagus yaitu di atas 3.00 "Ya lumayan lah di atas tiga IPK-nya," kata Yola kemudian tertawa.

Menurut gadis berusia 23 tahun itu, pendidikan adalah modal dasar bagi seseorang, khususnya perempuan. Dengan berpendidikan maka wanita bisa menjadi setara dengan laki-laki.

"Pendidikan penting banget apalagi buat wanita. Jadi jangan dianggap wanita itu tidak tahu apa-apa. Biar wanita juga bisa setara dengan laki-laki, salah satunya dengan pendidikan. Kita bisa buktikan kalau kita bisa. Jadi kita tidak harus tergantung dengan laki-laki kita juga bisa hidup," katanya.

Begitu pula sebagai atlet. Dengan memiliki pendidikan maka masa depan seorang atlet bisa lebih menjanjikan. Sebab, tidak ada yang tahu apakah seseorang akan terus menjadi atlet atau tidak. Karenanya, butuh rencana B untuk masa depan.

"Bukan sebagai atlet saja tetapi untuk semua orang pendidikan mereka penting untuk masa depan. Apalagi kita atlet tidak selamanya bisa olahraga. ya kita tidak tahu besok kita ada kejadian apa, Allahualam. Dengan siasat plan B, harus ada cadangannya, jangan cuma mengandalkan modal atlet," ucap dia.

Yolla terinspirasi oleh rekannya sesama pemain voli Amalia Fajrina Nabila. Menurut dia rekan satu tim kala berada di Jakarta PGN Popsivo itu tersebut cocok disebut sebagai sosok Kartini millenial. Amalia dinilainya mampu menyeimbangkan antara voli dan pendidikan.

"Dia itu memang benar-benar ke voli oke ke pendidikannya juga oke. Jadi ya dia pantas untuk itu," ujar dia.


(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed