DetikSport
Jumat 13 Oktober 2017, 14:35 WIB

Stadion Madya: Dulu Hanya untuk Atletik, Kini Rumput Lapangannya Setara SUGBK

Mercy Raya - detikSport
Stadion Madya: Dulu Hanya untuk Atletik, Kini Rumput Lapangannya Setara SUGBK Stadion Madya Senayan, jakarta bakal memiliki lapangan rumput seperti SUGBK. (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Menyambut Asian Games 2018, Stadion Madya direnovasi. Nantinya, stadion yang berada di kompleks olahraga Gelora Bung Karno itu bakal multifungsi.

Stadion Madya, yang sebelumnya menjadi markas PB PASI sekaligus menjadi tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet atletik nomor-nomor lari jarak pendek, itu berada di sisi Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat. Meski berstatus tempat latihan, Stadion Madya memiliki tribune penonton, bahkan dengan kapasitas terbesar kedua di area GBK, mencapai 10 ribu penonton. Kapasitas itu cuma kalah dari Stadion Utama GBK.

Menjelang Asian Games 2018, Stadion Madya turut direnovasi, meskipun tak bakal dijadikan venue pertandingan. Perlombaan atletik Asian Games 2018 dilaksanakan di SUGBK.

Perwakilan Proyek Pengelola Kawasan (PPK) PP BS4, Egie Ismail, mengatakan renovasi Stadion Madya tetap mengakomodasi permintaan Olympic Council of Asia (OCA) agar stadion itu berstandar internasional. Di antaranya, stadion itu bakal bisa digunakan untuk latihan malam dengan didukung lampu 1.000 lux dari semula tidak sampai 300 lux, serta tribune penonton single seat dan beratap.

Dari luar, Stadion Madya tak banyak berubah. Itu terkait status bangunan yang merupakan bangunan cagar budaya. Stadion Madya didirikan bersamaan dengan SUGBK untuk menyambut Asian Games 1962.

"Karena itu, untuk Stadion Madya kami tidak berlebihan, namun tetap memenuhi fungsi yang diminta. Jadi (sebenarnya) tidak wah," kata Egie kepada detikSport, Jumat (13/10/2017).

Kekuatan lampu itu memang tidak sesuai perjanjian yang tercantum di dalam Host City Contract. Stadion Madya diharapkan memiliki lampu 2.000 lux, kontraktor memasang daya di bawah standar karena mempertimbangkan pemeliharaan yang dilakukan Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) di masa akan datang.
Stadion madya sedang direnovasiStadion Madya sedang direnovasi (Rengga Sancaya/detikSport)


"Jangan sampai pengelola mengeluh tagihan listrik bengkak sekitar Rp 60 juta untuk kapasitas 2 ribu lux. Karena event kan tidak ada setiap hari. Makanya, kami buat seribu lux jika kurang mungkin pada saat event INASGOC yang akan menambahkan atau kami akan sewa. Pokoknya kami pikirkan matang-matang mengenai kapasitasnya, daya yang dibutuhkan, karena berkaitan dengan pemeliharaan yang dilakukan PPK GBK nantinya," ujar Egie.

Di samping perubahan fasilitas yang lebih modern dan apik, Stadion Madya juga akan bertambah pemanfaatannya. Dari sebelumnya hanya sekadar venue atletik, kini bisa digunakan untuk sepakbola.

"Ini memang ada perubahan. Awalnya, Stadion Madya ini stadion atletik. Tapi ternyata ada perubahan dari pengelola bahwa Stadion Madya akan dibuat multifungsi. Jadi, mau tak mau rumputnya diganti dengan rumput yang digunakan sepakbola, Zoysia matrella atau rumput manila. Sama seperti rumput SUGBK," Egie mengungkapkan.

Namun, Egie juga tak ingin berspekulasi jika kelak Stadion Madya akan dijadikan salah satu opsi kualifikasi cabang sepakbola di Asian Games tahun depan.

"Kami belum tahu. Kami cuma tahu akan dibuat multifungsi karena persyaratan dari OCA seperti itu. Dan sejak awal Stadion Madya di Asian Games rencananya hanya sebagai venue latihan dari atletik, karena pertandingannya di SUGBK. Tapi jika di tengah jalan akan ada perubahan kami belum tahu," kata dia.

"Ya, itu salah satu kesulitan kami karena kesimpangsiuran yang terjadi berbeda dengan apa yang dilaksanakan. Khawatirnya saat hari-H tidak sesuai. Tapi, kami tetap berupaya yang terbaik untuk Asian Games tahun depan," ujar dia.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed