DetikSport
Jumat 15 Desember 2017, 23:20 WIB

PRSI Ajukan Lebih dari 20 Nama Atlet ke Kemenpora

Mercy Raya - detikSport
PRSI Ajukan Lebih dari 20 Nama Atlet ke Kemenpora Atler renang di stadion Akuatik Gelora Bung Karno (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mengajukan lebih dari 20 nama untuk masuk pelatnas. Penambahan dalam rangka persiapan Asian Games 2018.

Setelah Satlak Prima dibubarkan, pembinaan atlet elite kini menjadi tanggung jawab langsung PB/PP, termasuk untuk mengelola kebutuhan anggaran pelatnas. Sementara Kemenpora akan berfungsi untuk mengawasi sekaligus mengeluarkan SK atlet untuk pelatnas.

Sejauh ini, baru ada delapan atlet yang masuk dalam SK pelatnas cabor renang. PRSI berencana menambah sampai 200 persen. Salah satu yang menjadi ajang pantauan adalah test event akuatik bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatik Championship yang berlangsung 5-15 Desember 2017 di Stadion Akuatik Senayan.


"Berdasarkan SK Prima Oktober memang hanya delapan perenang. Tapi kami sudah usulkan siapa dan jumlahnya berapa ke Kemenpora. Tapi kami tidak bisa umumkan siapa karena tunggu keputusan dari Kemenpora apakah disetujui atau tidak," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PRSI Wisnu Wardhana di Stadion Akuatik Senayan, Jumat (15/12/2017).

"Setiap cabor punya parameter yang berbeda. Untuk renang kami gunakan database berdasar SEA Games kemarin dan test event akuatik bertajuk Indonesia Open Championship dan kami lihat beberapa atlet muda yang potensial muda untuk pelapis. Tapi kembali lagi kami belum bisa umumkan siapa. Harapan kami 20-an," ujar dia lagi.

Test event akuatik merupakan seleksi awal untuk pengajuan proposal kepada pemerintah, setelah itu rencananya akan ada seleksi berjalan.

"Sampai Asian Games tentu kami akan ada promosi degradasi. Jadi ketika mereka tak perform, atletnya sakit, atau cedera macam macam," kata mantan perenang nasional ini.

Hasil dari Indonesia Open ya g ditorehkan delapan atlet pelatnas dinilai Wisnu cukup memuaskan. Salah satunya, Azzahra Permatahani yang sukses memecahkan rekornas di nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri.


Azzahra menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 2 Menit 17.42 Detik, mendapat emas sekaligus memecahkan rekor nasional yang sebelumnya dipegang Ressa Kanya Dewi dengan catatan waktu 2 menit 17,46 detik. Wisnu menganggap persaingan ini sangat positif mengingat promosi degradasi terus dilakukan PRSI.

"Setiap atlet punya kateristik yang berbeda. Ada atlet yang memiliki persiapan khusus tapi perenang muda mudah beradaptasi. Bisa dilihat mereka punha motivasi lebih untuk masuk pelatnas.

"Tapi kami juga tak bisa bicara ini mundur atau meningkat. Seperti Indra Gunawan yang mungkin kalah dari Muhammad Fahri di nomor 50 meter gaya dada. Tapi saat saya bicara ternyata dia punya cedera sehingga persiapannya di Indonesia Open ini baru mulai conditioning," Wisnu mengungkapkan.


(mcy/cas)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed