DetikSport
Kamis 04 Januari 2018, 20:05 WIB

Bank DKI Beri Bantuan Modal untuk Produsen Suvenir Asian Games 2018

Mochamad Zhacky - detikSport
Bank DKI Beri Bantuan Modal untuk Produsen Suvenir Asian Games 2018 (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Bank DKI akan memberikan bantuan modal kepada UKM yang memproduksi suvenir Asian Games 2018. Sejauh ini terdata 250 UKM.

"Nanti Bank DKI (beri bantuan modal)," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta Irwandi, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Nantinya, besaran bantuan modal disesuaikan setelah produsen membuat contoh suvenir. Pihak Bank DKI akan mengecek kelayakan produk yang sudah dibuat. Setelah disetujui baru dihitung berapa bantuan modalnya.

"Kita juga sudah bersurat ke Bank DKI. Nanti Bank DKI pilih, 'oh ini produknya bagus'. Baru Bank DKI beri bantuan permodalan," Irwandi menerangkan.

Irwandi juga mengemukakan ada sekitar 250 UKM yang akan memproduksi suvenir Asian Games. Rencananya, suvenir itu akan dijual di arena Asian Games dan gerai-gerai Pemprov DKI Jakarta yang ada di beberapa pusat keramaian.

"Kemarin kita sudah data ada 250 (UKM). Kita nanti ada stand UKM. Kita akan taruh di beberapa tempat. Stand-stand UKM kan kita punya ya, kaya di Citos (Cilandak Town Square) ada, terus ada di PIM (Pondok Indah Mall), terus nanti ada yang ada di depan nih, gerai Dekranasda bisa kita taruh. Di sini pasti ada, kita akan bikin 3 booth," jelas dia.

Menurut Irwandi, suvenir Asian Games, selain boneka, ada kaos dan topi. Tapi, pihak Pemprov DKI Jakarta ingin ada ragam suvenir lain.

Pemprov DKI Jakarta juga memiliki target penjualan. Untuk Asian Games 2018 nanti target penjualan suvenir minimal Rp 1,5 miliar.

"Nanti kita akan coba beberapa inovasi. Produk-produknya mungkin, bonekanya nggak usah gelembung-gelembung, yang bisa dilipat. Jadi kalau bisa lebih banyak kaos, topi. Dulu pernah bikin gelas, mug besar, nggak laku karena bawanya repot," tutur Irwandi.

"Kita harapkan dalam Asian Games besok, karena ini tingkatnya Asia bukan Asean, bisa mencapai, mungkin bisa sekitar Rp 1,5 sampai Rp 2 miliar," ujar dia.


(zak/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed