detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 27 Agu 2018 14:10 WIB

Atlet Bosan dengan Menu Makanan di Wisma Atlet, Ini Respons INASGOC

Femi Diah - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Sejumlah atlet mengeluhkan makanan dan transportasi di Wisma Atlet Kemayoran saat Asian Games 2018. Seperti apa?

Wisma atlet menampung 17 ribu peserta dari 40 negara peserta di Asian Games 2018. Sarapan, makan siang, dan makan malam untuk atlet dan ofisial menjadi tanggungan wisma dengan per orang dikenai biaya USD 50 atau sekitar Rp 700 ribu (biaya menginap per malam).

Direktur Deputi I panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Harry Warganegara, mengungkapkan dari hasil pertemuan CdM (Chef de Mission) beberapa hari terakhir, muncul keluhan dari atlet soal makanan yang disediakan di wisma. Di antaranya menu yang kurang variatif dan jam buka dining hall.

Harry memaklumi keluhan atlet itu. Tapi, dia pun tak bisa membiarkan atlet-atlet itu jajan di sekitar wisma.




"Kami sudah sediakan salad, makanan Indonesia, Asia tengah, juga menu Arab, kemudian makanan internasional. Semua ada di situ. Soal variasi makanan, kalau tinggal di hotel berbintang pun akan bosan jika terlalu lama," kata Harry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/8).

"Mereka sudah mulai bosan bahkan ada yang ke warung. Kalau itu kami larang, mereka enggak boleh (jajan di luar) karena kalau nanti ada apa-apa kami yang disalahkan.," kata Harry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/8).

"Kemudian di tower 1 (Wisma Atlet Kemayoran), ada juga kafe, yang memang diperuntukan bagi panitia untuk kami beli makan, mereka mau ke situ, kami larang eh mereka marah-marah. Akhirnya, kami minta keputusan dari pimpinan mereka, dikasih atau dilarang, ternyata dilarang. Ya, sudah kami bilang kasih tahu kepada anggota kalian kalau dilarang jangan marah-marah," ujar dia.

Keluhan jam buka dan tutup dining hall juga muncul. Ruang makan di wisma Atlet Kemayoran tutup jam 23.00 padahal sebagian atlet baru tiba di wisma setelah lewat jam tersebut.

"Kami buka sampai pukul 24.00 WIB, setelah jam 23.00 kami sediakan makanan dingin, bukan makanan hangat. Kasus ini muncul saat pertandingan selesai pukul 22.00, kemudian mereka harus menjalani tes doping. Bisa-bisa mereka sampai di wisma jam 23.00, sementara sudah tutup jam 11," ujar dia.


(fem/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed