detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 03 Des 2019 13:38 WIB

Kisah Edgar di SEA Games: Ayah Meninggal, Raih 2 Emas, Tertahan Badai Kammuri

Mercy Raya - detikSport
Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww.
Manila - Edgar Xavier Marvelo bahagia, tapi juga terluka amat dalam. Dia mengantongi medali emas SEA Games 2019 Filipina, saat harus kehilangan sang ayah yang meninggal dunia.

Dini hari tadi, tepatnya pada Selasa (3/12/2019), pukul 01.34, Edgar yang sedang beristirahat untuk menyiapkan tenaga menjelang final di dua nomor, gunshu dan daoshu perorangan dan beregu putra, mendapatkan kabar duka. Di dalam kamar lantai 6 Holiday Inn hotel, Edgar mendapatkan telepon dari mamanya, Maria Caecilia Nureka. Maria bilang ayahnya, Lo Tjhiang Meng, berpulang.

Edgar terdiam dan duduk lesu di kamarnya. Beruntung tiga pelatihnya, Novita, Iwan Kwok, Susyana Tjan, langsung menguatkan dirinya.

Waktu beranjak pagi, Edgar masih sangat emosional. Bahkan, dia masih terus menangis hingga menjelang pemanasan. Dalam upaya menghabiskan kuota air matanya, Edgar memeluk pelatih Novita sambil menangis sejadi-jadinya.

Ternyata lumayan, dia bisa mentas dengan tabah. Pada perlombaan di World Trade Center, Pasay, Manila, Selasa (3/12/2019), Edgar menyelesaikan jurus daoshu dengan sip. Dia ke luar sebagai juara dengan poin dari daoshu 9,68 poin dan gunshu 9,68

Edgar juga menyelesaikan nomor beregu bersama Seraf Naro Siregar, Edgar dan Harris Horatius turun di nomor duilian dengan nilai tertinggi. Mereka mengumpulkan nilai 9,54 poin.

Ini adalah emas kedua oleh Edgar dalam beberapa jam terakhir. Sebelumnya, Edgar sudah mengamankan medali emas di nomor gunshu. Kemarin, Edgar turun di nomor daoshu (golok) dan mendapat nilai tertinggi, 9,68 poin. Kemudian, Edgar di nomor Gunshu membukukan nilai 9,68.


Meraih emas bahkan dua kali sekaligus tentu menjadi kebanggaan bagi seorang atlet. Tapi di sisi lain, Edgar juga mengalami duka yang cukup dalam. Tangisnya pun pecah saat upacara penaikan bendera. Edgar tak kuasa menahan air matanya.

Emas itu langsung dikabarkan ke rumah. Dia menghubungi mamanya Maria.

Setelah itu, dia lebih relaks menemui wartawan untuk melakukan sesi wawancara. Tapi, tangisnya kembali pecah saat disinggung soal ayahnya.
n
"Kemarin di Shanghai, saat saya mengikuti kejuaraan dunia, papah pernah masuk rumah sakit dan melewati masa kritis. Saat itu papa pesan apapun yang terjadi dengan papa, kamu jangan berhenti wushu. Terus melanjutkan wushu dan mengikuti pertandingan yang ada. Saya hari ini cuma menjalankan apa yang papa pesan," kata Edgar dengan nada getir.

"Tadi sebelum alat papa dicopot ada juga sempat ngomong, kalau aku berjanji untuk melakukan ini untuk papa," dia melanjutkan.
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com