Kabar tutupnya PTM Surya seperti dikatakan salah satu pelatihnya, Syamsudin Lakoro saat ditemui detiksurabaya.com disela-sela kesibukannya mengemasi barang pribadi dari mess pelatih dan pemain, di kompleks PT.Gudang Garam Unit VIII.
"Kami resmi tutup pada tanggal 13 Oktober kemarin. Berdasarkan informasi dari Ibu Diana (Diana Wuisang, Ketua Pelaksana PTM Surya), Manajemen PT.Gudang Garam tak lagi bersedia membiayai operasional kami," kata Syamsudin, Rabu (15/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas pembubaran tempatnya melatih tersebut, Syamsudin mengaku sangat kecewa. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi tersebut.
"Ya kita berdoa saja semoga masih ada kebijakan dari manajemen. Tapi kalau memang tidak ada ya kita akan coba cari klub lainnya," ujar Syamsudin.
Secara terpisah Saiful M, salah satu pemain di PTM Surya yang menyadang gelar juara nasional kelas kadet A, mengaku sangat kaget dengan penutupan tempatnya berlatih tersebut.
"Ya kagetnya setengah mati, apalagi kami kan usai liburan dan sama sekali belum berlatih. Datang-datang kok tiba-tiba dikabari klub tutup," ujar Saiful.
Sama dengan Syamsudin Lakoro sebagai pelatihnya, Saiful mengaku belum dapat berbuat banyak dengan penutupan tempatnya berlatih. Dia berharap masih terdapat kebijakan yang bisa membuatnya tumbuh menjadi pemain tenis meja handal.
Informasi yang berhasil digali detiksurabaya menyebutkan, tanda-tanda penutupan PTM Surya memang telah tampak sejak meninggalnya Rachman Halim selaku Presiden Direktur PT. Gudang Garam,Tbk. Pergantian pejabat presiden komisaris, berdampak pada kebijakan perusahaan.
Penutupan PTM Surya juga merupakan kelanjutan dari ditutupnya Surya Golf Internasional Club (SIGC) Surabaya, klub golf milik PT.Gudang Garam. Selain itu Klub Bola Basket Halim Kediri, diperkirakan akan mengalami nasib sama dengan dua saudaranya tersebut.
(a2s/din)











































