Suvenir Mahal? Window Shopping Saja

Asian Beach Games 2008

Suvenir Mahal? Window Shopping Saja

- Sport
Jumat, 24 Okt 2008 14:51 WIB
Suvenir Mahal? Window Shopping Saja
Sanur - Membeli merchandise di setiap pagelaran olahraga besar menjadi rutinitas yang sayang dilewatkan. Namun karena harga suvenir yang lumayan mahal, banyak yang akhirnya cuma window shopping alias lihat-lihat.

Begitu setidaknya curhatan beberapa rekan wartawan yang berniat membeli oleh-oleh dari liputannya ke Bali yang total memakan waktu hampir dua pekan ini. Mereka (dan juga saya) mengeluhkan harga merchandise yang terlalu mahal, padahal jatah uang saku dari kantor memaksa kami banyak-banyak berhemat.

Sebuah stand merchandise yang terletak di pintu keluar media center pun sering jadi sasaran serbuan pencari berita yang berniat membeli buah tangan. Tapi mereka yang mendatangi counter tersebut dengan raut antusias banyak yang dipaksa kembali dengan wajah tertekuk setelah melihat baderol yang dipasang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belinya nanti aja deh, nunggu hari terakhir. Siapa tahu ada diskon atau obral," sahut seorang rekan ketika saya tanya soal harga merchandise.

SaatΒ  mengecek sendiri, harga-harga yang tertempel di berbagai produk yang dijual memang memaksa saya berpikir ulang untuk membeli dalam jumlah banyak.

Boneka jalak Bali yang merupakan maskot ABG dihargai Rp 100.000, sementara berbagai t-shirt berlogo ABG dan beragam cabang yang diperlombakan dengan beberapa pilihan warna dikenai harga Rp 75.000.

Ada juga pin bergambar cabang salah satu olahraga yang dibanderol Rp 35.000. Sementara jika tertarik membeli pin ketujuhbelas cabang yang diperlombakan dan sudah tersusun rapi dalam bingkai kaca, kocek yang harus dirogoh lebih banyak lagi karena itu dijual seharga satu juta rupiah.

Tapi jangan kira cuma wartawan saja yang kecewa harga merchandise ini. Dede Suryana yang meraih medali emas di cabang surfing nomor aerial ternyata punya keluhan yang sama.

"Buat atlet peraih medali emas harganya sama saja ya?" seloroh dia saat tahu pin bergambar selancar yang diincarnya berharga Rp 35.000.

Bukannya dapat jawaban yang diinginkan, Dede yang datang bersama tiga rekannya malah mendapat uluran tangan dari sang penjaga stand yang mengucapkan selamat.

Meski begitu Dede tak meninggalkan stand tersebut dengan tangan hampa. Empat pin bergambar logo olahraga selancar terlihat menempel di kartu identitas yang mereka kalungi.

"Tenang aja, nanti diganti dengan uang bonus," candanya.

Meski relatif mahal, berbagai merchandiseΒ  tersebut ternyata cukup laris diburu turis. Menurut keterangan salah seorang penjaga stand, stok barang yang dimiliki tinggal sedikit. Apalagi produksi berbagai souvenir tersebut ternyata terbatas.
(din/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads